DJIA25808.86
LIVE-68.47(-0.26%)
NDX7427.93
LIVE-23.09(-0.31%)

'Shutdown' Pemerintah AS Kemungkinan Tidak akan Berakhir Kamis


Friday, 28 December 2018 04:42 WIB

Amerika Serikat


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_00us-trade-deficit-low-wage-workers-growth-immigration.jpg

Kamis ini adalah hari keenam penutupan sebagian kegiatan (shutdown) pemerintah Amerika, dan kemungkinan besar kebuntuan pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan pimpinan Partai Demokrat di Kongres tidak akan segera berakhir.

Trump masih bersikeras ingin mendapatkan dana 5 miliar dolar untuk pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko, sementara para pemimpin Partai Demokrat merasa keberatan dan hanya menyetujui 1.3 miliar dolar untuk pendanaan langkah lain pengamanan perbatasan.

Dalam cuitannya hari Kamis pagi (27/12), Trump menulis “Seandainya saja Demokrat menyadari bahwa kita sangat memerlukan Keamanan Perbatasan dan Tembok di Perbatasan Selatan.” Ia juga mengklaim bahwa sebagian besar pegawai pemerintah yang tidak dibayar selama shutdown itu adalah anggota Demokrat.

Ketika ditanya, Rabu (26/12), sampai berapa lama penutupan akan berlangsung, Trump mengatakan kepada wartawan, ia tidak memperdulikan batasan waktunya. Ia menegaskan, “Kita akan memiliki tembok. Kita akan memiliki pengaman.”

Ia menolak berbicara mengenai kemungkinan mengalah dari tuntutan dana 5 miliar dolar itu dan mendapatkan jumlah yang lebih rendah untuk pendanaan keamanan perbatasan. Para pemimpin Partai Demokrat di Kongres menyalahkan Trump karena menjerumuskan negara dalam kekacauan.

Presiden menginginkan penutupan itu, namun sepertinya tidak tahu bagaimana ke luar dari situasi tersebut,” kata pemimpin minoritas di Senat Chuck Schumer dan ketua DPR yang akan segera menjabat Nancy Pelosi dalam pernyataan bersama mereka.

Para pemimpin Partai Republik di DPR mengatakan kepada para anggotanya, tidak akan ada pemungutan suara apapun dilangsungkan Kamis, dan bahwa mereka akan diberi waktu 24 jam sebelumnya bila ada pemungutan suara yang harus dilangsungkan. Banyak legislator pulang ke rumah mereka masing-masing untuk liburan Natal pekan ini.

VOA news


RELATED NEWS

  • Repsol, perusahaan minyak raksasa Spanyol yang punya operasi di Venezuela, meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya tekanan sanksi oleh Amerika dan kekacauan yang terus berlangsung di sana. Inv...
  • Perang dagang AS – China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.