DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

PM Inggris Mungkin Minta Bantuan Uni Eropa Terkait Brexit


Friday, 14 December 2018 01:06 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_may123.jpg

PM Inggris Theresa May kembali ke Brussel, Kamis (13/12), dalam usaha memperoleh konsensi dalam kesepakatan kontroversial mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa setelah ia lolos dari voting mosi tidak percaya para anggota parlemen partainya sendiri.

May akan bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa untuk kedua kalinya pekan ini dalam usaha menyelamatkan kesepakatan Brexit setelah ia membatalkan pemungutan suara parlemen (House of Commons) yang banyak diperkirakan akan membuahkan penolakan atas kesepakatan tersebut.

Sejauh ini, para pemimpin Eropa telah mengungkapkan keinginan mereka untuk membantu Inggris, namun mereka juga telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin merundingkan kembali ketentuan-ketentuan yang disepakati kedua pihak selama diskusi berbulan-bulan.

Para pemimpin Eropa kan melangsungkan pertemuan Kamis dan Jumat, dan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, mereka akan mendengarkan evaluasi May atas situasi sekarang sebelum melangsungkan pembicaraan tanpa May untuk membahas masalah itu dan mencari penyelesaian yang sesuai.

Partai May, yakni Partai Konservatif, dalam pemungutan suara tertutup memutuskan dengan suara 200 setuju dan 117 menentang untuk mempertahankan kepemimpinanan May hingga setahun mendatang,Banyak pengamat menduga, pernyataan May bahwa ia akan mundur sebagai pemimpin Inggris sebelum pemilu 2022, kemungkinan membantunya memperoleh dukungan para sejawat partainya.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dar...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.