DJIA23677.30
LIVE84.32(0.36%)
NDX6491.52
LIVE43.13(0.67%)

Perancis Kerahkan 65 Ribu Polisi untuk Cegah Kekerasan Baru


Friday, 7 December 2018 11:49 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_policeiere.jpg

Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe mengatakan, lebih dari 65.000 polisi akan digelar untuk mencegah aksi-kekerasan lain semasa demonstrasi mendatang.

Pengumuman itu diambil, meskipun keputusan Presiden Emmanuel Macron hari Rabu (5/12) untuk membatalkan kenaikan pajak BBM, yang telah memicu kerusuhan berminggu-minggu.

Sabtu lalu, huru-hara terburuk dalam beberapa dasawarsa berkobar di Paris sementara para pemrotes membakar mobil dan menjarah toko-toko di Champs Elysees, jalan raya yang kesohor di Paris.

Pejabat-pejabat pemerintah khawatir terulangnya kekerasan hari Sabtu akan melumpuhkan ekonomi negara itu dan menimbulkan keraguan tentang pemerintah bisa bertahan.

Menara Eiffel dan museum-museum akan ditutup Sabtu dan setidaknya empat pertandingan sepak bola divisi pertama telah dibatalkan.

Protes berkobar November lalu, karena kenaikan pajak BBM yang merupakan bagian dari rencana Macron untuk melawan pemanasan global.

Setelah Macron membatalkan kenaikan pajak BBM, para pemrotes mengemukakan tuntutan baru terkait isu-isu ekonomi lainnya yang merugikan para pekerja, pensiunan dan mahasiswa.

Sumber: voaindonesia


RELATED NEWS

  • Arab Saudi mengecam resolusi Senat AS yang bertujuan untuk mengakhiri dukungan militer AS terhadap perang di Yaman dan menyalahkan pangeran kerajaan Saudi atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. "K...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.