DJIA23677.30
LIVE84.32(0.36%)
NDX6491.52
LIVE43.13(0.67%)

Putin Ancam akan Bangun Misil Nuklir Jika AS Mundur dari Kesepakatan Nuklir


Thursday, 6 December 2018 01:11 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_putin-afp-800x430.jpg

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rabu (5/12), negaranya akan mulai mengembangkan misil nuklir jarak menengah jika AS mundur dari sebuah kesepakatan senjata penting dan mulai membangun senjata nuklir.

Putin mengatakan kepada kantor-kantor berita, termasuk AP, penarikan mundur AS dari kesepakatan itu berarti Washington telah memutuskan untuk memiliki senjata nuklir dan, sebagai konsekuensinya, Moskow akan melakukan hal serupa.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan kepada menteri-menteri NATO di Brussels, Selasa, AS akan memulai proses enam bulan penarikan diri dari Kesepakatan Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF) dalam waktu 60 hari mendatang jika Moskow tidak kembali mematuhi kesepakatan tersebut.

Pompeo menuduh Rusia mengerahkan batalion SSC-8, misil jelajah jarak menengah yang berbasis di darat yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Moskow membantah telah mengerahkan sistem senjata seperti itu.

"Tidak masuk akal bila AS harus bertahan dalam kesepakatan yang membatasi kemampuannya untuk merespon pelanggaran Rusia. Rusia telah membalik arah upaya dunia dalam menghapus resiko nuklir di Eropa,” kata Pompeo kepada wartawan di Brussels.

Kesepakatan INF 1987, yang dirundingkan presiden AS ketika itu Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev, memusnahkan misil-misil berjarak jelajah antara 500 dan 5500 kilometer, sehingga mengurangi kemampuan sebuah negara melancarkan serangan nuklir secara mendadak.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Arab Saudi mengecam resolusi Senat AS yang bertujuan untuk mengakhiri dukungan militer AS terhadap perang di Yaman dan menyalahkan pangeran kerajaan Saudi atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. "K...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.