DJIA23677.30
LIVE84.32(0.36%)
NDX6491.52
LIVE43.13(0.67%)

Menlu AS Usulkan Reformasi Lembaga-lembaga Global


Wednesday, 5 December 2018 04:23 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_POMPEOOOO.jpg

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mempertanyakan keefektifan tatanan dunia saat ini dan mengatakan Amerika Serikat bertindak untuk mereformasi lembaga-lembaga global yang menjadi landasannya.

“Setelah Perang Dingin berakhir, kami membiarkan orde liberal ini mulai terkikis: Orde ini telah mengecewakan kami, dan mengecewakan Anda,” kata Pompeo dalam pidatonya di German Marshall Fund di Brussels, Belgia.

Pompeo mengatakan China, Iran, Rusia dan negara-negara lain telah melanggar berbagai traktat dan perjanjian multilateral dan mengatakan Amerika tidak akan lagi menerima pelanggaran-pelanggaran seperti itu.

Dia menyalahkan kurangnya kepemimpinan Amerika dan Eropa selama 30 tahun terakhir dalam urusan dunia. Pompeo juga mengatakan organisasi-organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Uni Afrika dan Bank Dunia membutuhkan reformasi.

Pompeo menyarankan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tidak mengikuti aturannya sendiri ketika aturan itu seharusnya diberlakukan bagi China. Dia juga mengatakan bahwa Rusia melanggar berbagai perjanjian pengendalian senjata penting, sementara Iran meterang-terangan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB. China, Iran, dan Rusia telah membantah tuduhan-tuduhan itu yang sering dilontarkan oleh Amerika itu.

Para sekutu dan musuh telah menuduh pemerintahan Donald Trump menyerang tatanan dunia dengan pendekatan unilateral pada isu-isu seperti kesepakatan iklim Paris dan kesepakatan nuklir Iran. Namun Pompeo menepis kritik itu dan mengatakan pemerintahan Trump akan mengembalikan kepemimpinan Amerika dengan membeberkan negara-negara yang telah mengeksploitasi berbagai kelemahan di lembaga-lembaga global.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Arab Saudi mengecam resolusi Senat AS yang bertujuan untuk mengakhiri dukungan militer AS terhadap perang di Yaman dan menyalahkan pangeran kerajaan Saudi atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. "K...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.