DJIA25679.90
LIVE0(0.00%)
NDX7376.70
LIVE0(0.00%)

Hanya Sekitar Separuh Warga AS yang Nyaman dengan Presiden Perempuan


Friday, 30 November 2018 13:07 WIB

Amerika Serikat


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_154333489582828242425058.jpg

Beberapa wanita dari Partai Demokrat, termasuk beberapa Senator, seperti Kamala Harris yang mewakili negara bagian California, Elizabeth Warren mewakili negara bagian Massachusetts, Kirsten Gillibrand mewakili New York dan mungkin bahkan calon presiden tahun 2016, Hillary Clinton, menjadi kandidat calon presiden pada tahun 2020, tetapi hal itu bisa jadi merupakan perjuangan lebih berat bagi mereka dibandingkan dengan kaum pria yang bakal menjadi saingan-saingan mereka.

Hal ini dikarenakan hanya kurang lebih separuh orang Amerika yang benar-benar merasa nyaman dengan ide wanita menjadi presiden, menurut sebuah laporan baru oleh perusahaan konsultan Kantar Public.

Laporan itu mendapati, meski 63 persen orang Amerika tidak mempersoalkan seorang wanita menjadi pemimpin perusahaan besar, namun hanya 52 persen yang merasa nyaman dengan skenario seorang wanita menjadi presiden.

Pria lebih cenderung menilai kecocokan kepemimpinan seseorang berdasarkan gender, sementara wanita lebih cenderung menilai pria dan wanita setara dalam kapasitas kepemimpinan, menurut laporan tersebut, yang mendapati bahwa 60 persen wanita setuju memiliki wanita sebagai panglima atau commander-in-chief, dibandingkan dengan hanya 45 persen pria yang berpendapat serupa.

VOA news


RELATED NEWS

  • Perang dagang AS – China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan ...
  • Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.