DJIA27172.98
LIVE18.78(0.07%)
NDX7901.92
LIVE67.02(0.86%)

Gedung Putih Bela Larangan Terhadap Wartawan CNN


Friday, 9 November 2018 20:04 WIB

AmerikaWhite HouseCNN


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_04-12sfohonodnvonv.jpg

Gedung Putih, Kamis (8/11), membela larangan meliput kegiatan Gedung Putih terhadap koresponden CNN, Jim Acosta.

Menurut Gedung Putih, Acosta melakukan tindakan yang kurang pantas terhadap seorang asisten Gedung Putih, ketika staf Gedung Putih itu berusaha merebut mikrofon dari Acosta. Kejadian itu terjadi dalam sebuah tanya-jawab yang yang memanas dengan Presiden Donald Trump dalam konferensi pers.

Trump menyebut Acosta orang yang kasar dan buruk, dan musuh rakyat, dalam sesi tanya jawab dengan reporter pasca pemilihan pada Rabu (7/11). Acosta menanyakan kepada pemimpin Amerika itu tentang klaimnya bahwa migran Amerika Tengah, yang berjalan lewat Meksiko menuju perbatasan Amerika melakukan invasi.

Beberapa jam kemudian, juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders membatalkan tanda pengenal pers Gedung Putih untuk Jim Acosta. Sanders menuduh Acosta secara tidak pantas menempatkan tangannya ke asisten Gedung Putih ketika dia berusaha mengambil alih mikrofon.

Acosta menampik hal itu dan mengatakan klaim tersebut merupakan kebohongan.

Pada Kamis (8/11), Sanders mengirim cuitan berupa video yang seakan-akan mendukung tuduhannya terhadap Jim Acosta. Tetapi analis dan jurnalis lainnya mengatakan, video itu dimanipulasi, dipercepat framenya sehingga kelihatan seakan-akan Acosta memukul asisten Gedung Putih itu.

CNN dan para wartawan lainnya yang meliput Gedung Putih membela Acosta. Mereka mengatakan dia tidak melanggar apa-apa ketika menanyai Trump, dan dia tidak menyentuh asisten itu secara tidak pantas.

VOA news


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.