DJIA25317.41
LIVE-126.93(-0.50%)
NDX7141.21
LIVE33.98(0.48%)

Jumlah Warga Sipil Tewas Meningkat di Afghanistan


Thursday, 11 October 2018 01:37 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_lead_720_405.jpg

Jumlah korban tewas di kalangan warga sipil terus meningkat di Afghanistan, dan bahkan membukukan rekor baru.

Sebuah laporan baru yang dirilis Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), Rabu (10/10), mengatakan, dari awal tahun hingga akhir September, PBB mencatat ada 8.050 korban sipil -- 2.798 di antara mereka tewas dan sisanya terluka.

Sebuah grafik yang dipresentasikan dalam laporan UNAMA menunjukkan, selama 17 tahun konflik, lima tahun terakhir merupakan periode waktu yang paling banyak menelan korban sipil.

Laporan itu juga menyebutkan, penggunaan bom rakitan dalam serangan-serangan bunuh diri meningkat dalam hal frekuensi dan akibat yang ditimbulkannya.

Menurut UNAMA, kebanyakan korban sipil jatuh akibat aksi-aksi yang dilancarkan unsur-unsur non-pemerintah, termasuk Taliban dan ISIS. Persentasenya mencapai 65 persen.

Penyebab terbesar keduanya jatuhnya korban sipil, 29 persen, adalah bentrokan antar faksi yang bersaingan.

Propinsi yang paling banyak menjatuhkan korban sipil adalah Nangarhar, di mana ISKP, cabang ISIS di Afghanistan, masih memiliki kubu pertahanan. Propinsi tersebut juga tercatat sebagai propinsi yang paling banyak menelan koban jiwa di kubu pasukan AS pada 2017.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Siapa yang ingin menjadi miliarder? Warga Amerika punya kesempatan meskipun peluangnya kecil, ketika nomor lotre Mega Millions diundi Jumat (19/10) malam. Hadiahnya bertambah sejak nomor pemenang te...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.