DJIA25886.01
LIVE306.62(1.20%)
NDX7604.11
LIVE119.22(1.59%)

Survei: 2 Juta Remaja AS Menggunakan Vaping Marijuana


Tuesday, 18 September 2018 11:14 WIB

Amerika Serikat Vaper


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_dgdbdbbdfbdjj5325.jpg

Sebuah survei berbasis sekolah menunjukkan hampir 1 dari 11 siswa di AS telah menggunakan ganja dalam rokok elektronik, sehingga meningkatkan kekhawatiran kesehatan tentang popularitas baru vaping di kalangan remaja.

Rokok elektrik biasanya mengandung nikotin, tetapi banyak perangkat bertenaga baterai dapat menguap zat lain, termasuk ganja. Hasil yang dirilis pada Senin berarti 2,1 juta siswa sekolah menengah dan tinggi telah menggunakannya untuk mendapatkan kesenangan.

Vaping umumnya dianggap kurang berbahaya dibandingkan rokok biasa, karena pembakaran tembakau atau ganja menghasilkan bahan kimia yang berbahaya bagi paru-paru. Namun ada sedikit penelitian mengenai efek jangka panjang dari rokok elektrik, yang termasuk dapat membantu perokok berhenti merokok.

Kenaikan pengguna rokok elektrik di kalangan remaja telah membuat khawatir para pejabat kesehatan yang khawatir anak-anak akan kecanduan nikotin, stimulan, dan mungkin lebih banyak lagi untuk mencoba merokok. Pekan lalu, Administrasi Makanan dan Obat memberikan waktu selama 60 hari kepada lima produsen rokok elekktrik terbesar memberikan peringatan untuk menghentikan penggunaan produknya untuk anak di bawah umur.(yds)

VOA


RELATED NEWS

  • Korea Utara telah meluncurkan lagi serangkaian senjata jarak pendek ke perairan di lepas pantai timurnya, lapor militer Korea Selatan. Ini tampaknya menunjukkan luapan kemarahan terbaru Pyongyang atas...
  • Dua pejabat intelijen Washington mengakhiri jabatannya pada Kamis (15/8), meninggalkan badan intelijen nasional AS di tangan pejabat sementara, Presiden AS Donald Trump pun melanjutkan seleksi untuk k...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.