DJIA26134.47
LIVE248.46(0.96%)
NDX7719.32
LIVE115.21(1.52%)

China Protes Kapal Perang Inggris yang Berlayar Dekat Pulau di Laut China Selatan


Friday, 7 September 2018 11:21 WIB

GlobalInggrischina


c_740_198_16777215_00_images_assets_12KapalInggris222D9CDE-7F86-463E-9D1A-8B1A2C6739F1_cx0_cy5_cw0_w1023_r1_s.jpg

China menuduh Inggris melakukan “provokasi” setelah kapal perang AL Kerajaan Inggris berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh Beijing di Laut China Selatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chun-ying mengatakan, Inggris melanggar hukum internasional dan China ketika HMS Albion berlayar dekat pulau Paracel pada 31 Agustus.

“AL China secara legal memverifikasi kapal itu dan memperingatkan untuk meninggalkan tempat it,” demikian kata Hua dalam briefing Kamis (6/9).

Vietnam dan Taiwan juga meng-klaim pulau-pulau itu, yang juga dikenal sebagai Xisha dalam bahasa Tionghoa, dan Hoang Sa dalam bahasa Vietnam.

Kantor berita Reuters yang pertama melaporkan berita ini pada Kamis, mengatakan, manuver Albion merupakan penegasan terhadap kebebasan pelayaran. AL Amerika juga mengirim kapal dan pesawat di daerah yang dipertikaikan itu untuk melakukan “Operasi Kebebasan Pelayaran.”

Inggris dan Perancis mengumumkan pada Juni bahwa mereka akan mengirim kapal-kapal ke kawasan itu untuk latihan yang sama.

China mengklaim daerah yang luas dari Laut China Selatan, mulai dari pesisir selatannya sampai hampir ke Malaysia, sebuah daerah yang jauh lebih besar dari apa yang diakui dunia internasional, yakni batas teritorial sejauh 22 kilometer laut.

Klaim China tersebut dipertanyakan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Korea Utara telah meluncurkan lagi serangkaian senjata jarak pendek ke perairan di lepas pantai timurnya, lapor militer Korea Selatan. Ini tampaknya menunjukkan luapan kemarahan terbaru Pyongyang atas...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.