DJIA25886.01
LIVE306.62(1.20%)
NDX7604.11
LIVE119.22(1.59%)

AS Bangun Pangkalan Drone Bersenjata Terbesar di Niger


Monday, 27 August 2018 18:27 WIB

Amerika Serikat Drone


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_36485770_303.jpg

Angkatan Udara Amerika sedang mempersiapkan pembangunan sebuah pangkalan udara di Niger yang akan digunakan sebagai pangkalan drone bersenjata. Drone-drone bersenjata tersebut akan menarget kelompok-kelompok militan di kawasan itu.

Kata pejabat militer kepada VOA, Angkatan Udara telah menghabiskan $86,5 juta untuk pembangunan pangkalan udara itu. Jumlah keseluruhan ongkos konstruksi pangkalan itu akan mencapai $98,5 juta, kata juru bicara Auburn Davis.

Katanya, pangkalan itu terletak di Kota Agadez, di Niger utara, dan merupakan pangkalan udara terbesar yang sedang dibangun angkatan udara Amerika.

Agadez adalah kota strategis di gurun Sahara yang bisa dicapai dengan mudah oleh kelompok militan dan penyelundup untuk bepergian dari dan ke Libya, Aljazair, Mali dan Chad. Kira-kira 600 orang tentara Amerika akan ditempatkan di pangkalan itu, dan sejumlah drone militer yang kini dipangkalkan di Ibu Kota Niamey, nantinya akan dipindahkan ke pangkalan baru itu.

VOA news


RELATED NEWS

  • Korea Utara telah meluncurkan lagi serangkaian senjata jarak pendek ke perairan di lepas pantai timurnya, lapor militer Korea Selatan. Ini tampaknya menunjukkan luapan kemarahan terbaru Pyongyang atas...
  • Dua pejabat intelijen Washington mengakhiri jabatannya pada Kamis (15/8), meninggalkan badan intelijen nasional AS di tangan pejabat sementara, Presiden AS Donald Trump pun melanjutkan seleksi untuk k...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.