DJIA25811.95
LIVE132.05(0.51%)
NDX7453.48
LIVE76.78(1.04%)

AS Berlakukan Sanksi terhadap Rusia atas Peracunan Warga Inggris


Friday, 10 August 2018 04:08 WIB

Amerika Serikat


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_5b6b48dc2154a3d7788b45a8-750-562.jpg

Amerika hari Rabu (8/8) mengumumkan sanksi-sanksi baru atas Rusia setelah mengukuhkan bahwa Rusia bertanggung jawab atas usaha pembunuhan seorang mantan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris bulan Maret lalu.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Rusia telah melanggar peraturan internasional karena menggunakan racun saraf atas warganya sendiri.

Seorang polisi Inggris menemukan Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan tidak sadar di bangku taman di kota Salisbury. Mereka terkena racun novichok, bahan beracun yang berasal dari era Uni Soviet. Keduanya selamat dari keracunan gawat itu setelah dirawat berbulan-bulan di rumah sakit.

Sanksi-sanksi Amerika itu akan mulai berlaku tanggal 22 Agustus, dan pada umumnya menyangkut larangan export barang-barang atau bahan-bahan yang bisa menjadi masalah keamanan nasional, seperti barang-barang elektronik.

Pejabat senior departemen LN Amerika mengatakan, Rusia akan dikenai sanksi-sanksi yang lebih berat lagi dalam waktu 90 hari kalau tidak menunjukkan pernyataan yang bisa dipercaya bahwa negara itu tidak lagi menggunakan senjata kimia atau senjata biologi.

Sanksi-sanksi yang diumumkan hari Rabu itu adalah sanksi standar karena Rusia melanggar UU tahun 1991 yang dikeluarkan Kongres Amerika.

"Pemerintah Federasi Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Inggris menyambut baik keputusan Amerika itu. “Rangkaian reaksi internasional atas penggunaan senjata kimia di jalan-jalan di kota Salisbury mengirim pesan yang kuat kepada Rusia, bahwa tindakan provokatif dan sembrono itu tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja,” kata pernyataan Kementerian LN Inggris.

Rusia belum memberikan reaksi atas sanksi Amerika itu, tapi sebelum ini telah membantah keterlibatan dalam peracunan Skripal dan putrinya. Rusia juga mengatakan tidak terlibat atas peracunan pasangan Inggris dekat kota Salisbury bulan Juni lalu, setelah mereka menemukan botol yang berisi racun novichok. Dawn Sturgess yang berumur 44 tahun meninggal karena racun keras itu, tapi kawannya Charlie Rowley selamat.

Pejabat Inggris mengatakan telah mengidentifikasi sedikitnya dua tersangka dalam serangan atas Skripal. Laporan suratkabar mengatakan, kedua orang itu kini berada di Rusia dan Inggris sedang bersiap untuk minta supaya mereka diekstradisi.

Sumber: marketwatch


RELATED NEWS

  • Perang dagang AS – China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan ...
  • Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.