DJIA25962.44
LIVE-173.35(-0.66%)
NDX7664.47
LIVE-54.85(-0.71%)

Inggris Denda Facebook akibat Skandal Terkait Cambridge Analytica


Thursday, 12 July 2018 10:52 WIB

InggrisFacebook


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_gettyimages-935866960_slide-3bc72093cadee4e17546c5aa9f8fa44e8dfaa8eb-s900-c85.jpg

Facebook menghadapi denda pertama setelah skandal Cambridge Analytica, di mana platform media sosial itu memungkinkan perusahaan penambang data itu mengakses informasi pribadi jutaan penggunanya tanpa persetujuan atau pengetahuan mereka.

Sebuah kantor penyelidikan pemerintah Inggris, Kantor Komisi Informasi (ICO) mendenda Facebook setengah juta poundsterling, atau sekitar $663.000, jumlah maksimum yang dapat dikenakan untuk pelanggaran undang-undang data privasi Inggris. Dalam laporannya, ICO mendapati, Facebook telah melanggar hukum karena gagal melindungi data sekitar 87 juta penggunanya.

Penyelidikan ICO menyimpulkan, Facebook "melanggar hukum dengan tidak melindungi informasi orang," kata laporan itu. Penyidikan juga mendapati, perusahaan gagal untuk secara terbuka menjelaskan bagaimana data orang-orang dicuri oleh orang lain.

Cambridge Analytica, sebuah perusahaan London yang ditutup bulan Mei lalu menyusul laporan harian New York Times dan Observer menawarkan "peralatan yang dapat mengidentifikasi pemilih Amerika dan mempengaruhi perilaku mereka," menurut laporan New York Times.

Source: VOA news


RELATED NEWS

  • Presiden Perancis Emanuel Macron bertemu dengan presiden Rusia Vladimir Putin di tempat peristirahatan Macron di Perancis selatan, membahas berbagai masalah dunia termasuk konflik di Ukraina, Iran dan...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.