DJIA25063.95
LIVE44.54(0.18%)
NDX7357.90
LIVE-17.92(-0.24%)

Trump Tuding Jerman Jadi Tawanan Rusia Jelang KTT NATO


Thursday, 12 July 2018 03:53 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH_170301141317-donald-trump-0228-super-169.jpg

Presiden AS Donald Trump secara terbuka dan keras mengecam Jerman pada awal KTT tahunan NATO di Brussels. Kecaman itu dilontarkan Trump karena Jerman mengizinkan perusahaan energi Rusia Gazprom membangun saluran pipa gas Nord Stream 2 melalui perairannya di Laut Baltik. Trump menuding Jerman menjadi tawanan Rusia.

Dalam pertemuan makan pagi dengan sekjen NATO Jens Stoltenberg, Rabu (11/7), Trump mengatakan Jerman membayar miliaran dolar ke Rusia setiap tahunnya untuk mendapatkan energi, sementara NATO harus melindungi negara itu dari Rusia.

Trump juga mengatakan, sangat tidak pantas bahwa AS mengeluarkan dana lebih besar untuk mempertahankan Eropa ketimbang negara-negara lainnya

Stoltenberg membalas dengan menegaskan bahwa anggota-anggota NATO dapat bekerja sama meskipun ada sejumlah ketidaksepakatan.

Sumber: voaindonesia


RELATED NEWS

  • Presiden AS Donald Trump mencap Rusia, China dan Uni Eropa sebagai musuh Amerika Serikat, Namun Trump secara khusus menyerang sekutu-sekutu Amerika di Eropa dan menuduh mereka mengambil keuntungan dar...
  • Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin bukan teman bukan juga musuh, beberapa hari sebelum mereka bertemu di Helsinki. Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu hari Senin (16/7),...
  • Amerika hari Kamis (12/7) menuduh Korea Utara melanggar sanksi PBB terkait batas BBM yang boleh dimilikinya dengan melakukan transaksi terlarang antar kapal di laut. Demikian dilaporkan oleh kantor be...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.