DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Pemerintahan Trump akan Ungkap Rencana Merger Departemen Pendidikan dan Tenaga Kerja


Friday, 22 June 2018 00:07 WIB

Amerika Serikat Donald Trump


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH_170301141317-donald-trump-0228-super-169.jpg

Pemerintahan presiden Donald Trump diperkirakan akan mengusulkan penggabungan Departemen Pendidikan dan Departemen Tenaga kerja, sebut beberapa media.

Rencana tersebut, yang mungkin diumumkan sedini hari ini, Kamis (21/6), akan menjadi bagian dari perombakan besar-besaran pemerintah federal, dengan tujuan menggabungkan program-program yang sama dan menghapus program lainnya yang oleh pemerintah dianggap tidak diperlukan.

Usulan yang pertama kali diberitakan oleh Education Week itu akan membuat pemerintah memusatkan program-program pelatihan kejuruan dalam satu tempat.

Rencana itu dikembangkan sebagai respons terhadap instruksi Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran pemerintah Mick Mulvaney yang ditujukan kepada para pemimpin badan federal lebih dari setahun silam.

Badan gabungan baru akan memerlukan persetujuan dari Kongres. Legislator dari partai Republik telah lama berniat menghapus Departemen Pendidikan sejak pembentukannya pada tahun 1980 oleh Presiden Jimmy Carter. Presiden Trump dan Menteri Pendidikan Betsy DeVos juga menyatakan keinginan serupa.

Sebuah RUU di DPR pada tahun 1995, yang mengusulkan penggabungan kedua lembaga itu untuk menyatukan program pendidikan dasar hingga menengah dan program pelatihan kejuruan, gagal mendapatkan persetujuan.

Sumber: VOA news


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dar...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.