DJIA25219.38
LIVE18.39(0.07%)
NDX6770.66
LIVE-24.26(-0.36%)

Menlu Inggris Minta PBB Awasi Pemulangan Pengungsi Rohingya


Tuesday, 13 February 2018 10:10 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global3_EDB6F7B4-0ACD-4C52-A883-C5DA3E30BF04_cx0_cy7_cw0_w1023_r1_s.jpg

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan PBB harus mengawasi pemulangan para pengungsi Rohingya ke Myanmar karena banyak yang takut pulang sendiri.

Johnson berbicara kepada wartawan hari Minggu (11/2) setelah bertemu dengan Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar.

“Saya melihat ada kekhawatiran nyata baik di kamp-kamp di Bangladesh dan di antara penduduk desa yang tersisa,” kata Johnson.

"Pihak berwenang Myanmar harus bekerja keras dengan badan-badan internasional untuk mengatasi kekhawatiran nyata yang dirasakan orang-orang yang akan pulang ke Myanmar,” tandasnya.

Penindasan militer terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar menyebabkan ratusan ribu orang lari ke kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Orang-orang yang tetap bertahan di desa-desa mereka yang hancur, hidup dengan rasa ketakutan.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump hari Kamis (15/2) bertekad "mengatasi masalah kesehatan jiwa yang sulit," dan menjadikan keamanan sekolah "prioritas utama." Tetapi ia membuat pendukung pengendalian senj...
  • Menteri Luar Negeri Belanda Halbe Zijlstra mengundurkan diri, Selasa (13/2), setelah mengakui bahwa ia berbohong soal menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2006. Di had...
  • Pendiri WikiLeaks Julian Assange hari Selasa (13/2) gagal membatalkan surat penangkapan dari Inggris terhadapnya, yang diharapkan akan membebaskan dirinya dari upaya mengasingkan diri di Kedutaan Besa...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.