DJIA24651.74
LIVE143.08(0.58%)
NDX6466.32
LIVE76.41(1.20%)

Trump Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel


Thursday, 7 December 2017 11:36 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_GLOBAL2_tembokratao.jpg

"Hari ini akhirnya kami mengakui hal yang sudah jelas. Yerusalem adalah ibukota Israel. Pengakuan ini merupakan kenyataan. Ini sesuatu yang tepat dilakukan. Ini sesuatu yang harus dilakukan." Demikian pernyataan Presiden Donald Trump di Gedung Putih Rabu siang (6/12) ketika secara resmi mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dalam pidatonya sepanjang 11 menit.

Trump menambahkan, "Kami tidak mengambil posisi dari masalah status akhir, termasuk batas-batas spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem, atau resolusi perbatasan yang diperebutkan. Pertanyaan itu sampai ke pihak-pihak yang terlibat. "

Presiden meminta semua pihak untuk "mempertahankan status quo di tempat-tempat suci Yerusalem, termasuk Bukit Bait Suci, yang juga dikenal sebagai Haram al-Sharif. Yang terpenting, harapan terbesar kita adalah untuk perdamaian, dambaan universal dalam setiap jiwa manusia. "

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut keputusan tersebut sebagai "tonggak bersejarah." Dalam sebuah video Facebook, Netanyahu mengatakan bahwa "identitas historis dan nasional Israel menerima ungkapan-ungkapan penting setiap hari, terutama hari ini."

Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa rencana Trump ini berarti sama aja dengan Amerika Serikat mencabut perannya sebagai mediator perdamaian. Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, "Orang-orang Palestina kami yang berada di mana-mana tidak akan membiarkan persekongkolan ini begitu saja, dan pilihan mereka terbuka untuk membela tanah dan tempat-tempat suci mereka."

Sumber: voanews


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.