DJIA24822.08
LIVE-63.83(-0.26%)
NDX6959.22
LIVE5.59(0.08%)

Korut Kecam Keras Sanksi Baru PBB dan Peringatkan AS


Wednesday, 13 September 2017 19:50 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global3_182339F7-37D7-46A1-9259-C71847BB0950_cx0_cy7_cw0_w1023_r1_s.jpg

Korea Utara hari Selasa mengecam keras keputusan Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan sanksi baru yang keras terhadap negara itu, dan memperingatkan, Amerika Serikat akan mengalami " akibat terparah" karena memainkan peran utama dalam upaya tersebut.

 

"Delegasi saya mengutuk dengan keras dan dengan tegas menolak resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB yang illegal dan tidak sah," kata Duta Besar Korea Utara Han Tae Song dalam konferensi perlucutan senjata yang disponsori oleh PBB di Jenewa.

Korea Utara, kata Han, siap untuk "menggunakan senjatanya yang paling kuat."

Korea Utara telah memperingatkan sebelum sanksi terakhir itu bahwa Amerika akan menanggung akibatnya kalau mendorong diberlakukannya sanksi yang lebih keras.

Reaksi di Asia terhadap babak terbaru sanksi internasional yang dikenakan terhadap Korea Utara adalah positif, tetapi banyak yang masih meragukan bahwa hal itu akan memiliki dampak besar.

Tahapan baru sanksi ekonomi terhadap Korea Utara merupakan tanggapan atas uji coba tanggal 3 September yang diduga bom hidrogen.

 

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Ukraina membantah keras sebuah laporan BBC bahwa pihaknya membayar pengacara Presiden Donald Trump, Michael Cohen, sebesar $400 ribu untuk merancang sebuah pertemuan antara Trump dan Presiden Ukraina ...
  • Presiden AS Donald Trump hari Selasa (22/5) mengatakan, KTT yang direncanakan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan tidak jadi bulan depan. “Kalau tidak jadi, mungkin nanti,” kata Trump...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.