DJIA21409.55
LIVE0(0.00%)
NDX5777.59
LIVE0(0.00%)

Pasukan koalisi AS tembak jatuh pesawat Suriah dekat Raqqa


Monday, 19 June 2017 16:23 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_GLOBAL2_hornet_hero_lrg_01_1280x720.jpg

Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat telah menembak jatuh sebuah pesawat militer Suriah dekat Raqqa.

Stasiun televisi yang dikelola pemerintah Suriah melaporkan bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh manakala sedang mengemban misi melawan kelompok ISIS. Aksi itu, menurut stasiun televisi tersebut, akan memiliki "dampak berbahaya" terhadap upaya memerangi terorisme.

Di lain pihak, militer AS mengatakan tindakan itu termasuk aksi membela diri setelah militer Suriah menjatuhkan sejumlah bom dekat milisi sokongan AS. Meski demikian, militer AS menekankan bahwa mereka tidak berniat memerangi pemerintah Suriah.

"Sesuai dengan aturan kontak senjata dan aksi membela diri pasukan mitra koalisi secara kolektif, (pesawat tersebut) segera ditembak jatuh," sebut pernyataan militer AS.

Insiden itu dilaporkan berlangsung di Ja'Din, sebuah kota yang dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dua jam sebelum penembakan, militer Suriah loyalis Presiden Bashar al-Assad diklaim menyerang milisi SDF, melukai beberapa di antara mereka, dan berupaya mengusir SDF dari Ja'Din.

Padahal, milisi SDF, yang disokong oleh serangan udara pasukan koalisi AS, tengah berupaya mengepung Kota Raqqa guna memerangi kelompok ISIS.

"Aksi-aksi dan niatan bermusuhan yang ditunjukkan pasukan pro-rezim terhadap koalisi dan pasukan mitranya di Suriah yang sedang melakukan operasi melawan ISIS tidak akan ditoleransi," sebut militer AS.

Penembakan jatuh pesawat di Suriah bukan kali pertama terjadi. Awal bulan ini, AS menembak jatuh drone bersenjata milik kelompok pro-pemerintah Suriah setelah drone itu diklaim melancarkan tembakan ke arah pasukan koalisi pimpinan AS dekat perbatasan Al-Tanf yang memisahkan Suriah dan Irak.

Sumber: BBC


RELATED NEWS

  • Para pemimpin Uni Eropa memulai KTT dua hari mereka di Brussels hari Kamis (22/6), untuk membahas banyak hal mulai dari rencana Inggris keluar dari blok ekonomi regional itu hingga bangkitnya kemb...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.