DJIA25291.07
LIVE210.57(0.84%)
NDX6890.45
LIVE120.58(1.78%)

BOJ Pertahankan Kebijakan Moneternya Tidak Berubah


Wednesday, 31 October 2018 10:33 WIB

JepangBank of JapanBOJ


c_740_198_16777215_00_images_assets_Bank-of-Japan.jpg

Bank of Japan membiarkan stimulus moneternya tidak berubah seiring mereka memperbarui perkiraan harga yang mengkonfirmasi bahwa itu tidak akan memenuhi target inflasi untuk tahun-tahun mendatang.

Seperti yang diperkirakan oleh 46 ekonom yang disurvei Bloomberg, BOJ terjebak dengan kebijakan suku bunga dan target pembelian aset, sebuah pernyataan menunjukkan hari Rabu. Perkiraan bank sentral dalam laporan kuartalannya memperlihatkan bahwa inflasi akan tetap di bawah target 2 persen hingga setidaknya awal 2021.

Ini akan membuat BOJ tertinggal lebih jauh di belakang rekan-rekan globalnya dalam bergeser dari kebijakan-kebijakan moneter era krisis, dengan Federal Reserve menaikkan suku bunga dan Bank Sentral Eropa menghentikan program pembelian obligasinya. Seraya berlanjut dengan biaya pinjaman ultra-rendah dan program pembelian aset besar-besaran yang berkontribusi terhadap meningkatnya utang dan risiko keuangan di Jepang, Kebiajakan itu juga membatasi keuntungan dalam yen, yang membantu eksportir dan pasar saham.

BOJ mengubah pandangannya pada risiko terhadap ekonomi pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2019, mengatakan mereka condong ke sisi negatifnya, dibandingkan dengan "umumnya seimbang" sebelumnya.

Setiap komentar dari Kuroda tentang dampak stimulus pada bank Jepang juga akan menjadi sorotan. BOJ mencatat profitabilitas bank melemah dalam laporan sistem keuangan semi-tahunan yang dirilis pekan lalu, dan menyatakan kekhawatiran bahwa karena kondisi mereka, kejutan eksternal dapat menyebabkan mereka mundur dari pinjaman lebih dari biasanya sehingga menempatkan ekonomi pada risiko. (sdm)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Reserve Bank of Australia telah merilis suku bunga resmi tidak berubah selama 27 bulan berturut-turut. Rekor terendahnya tingkat suku bunga semalam sebesar 1,5 persen diperkirakan tidak akan disesuai...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.