DJIA23852.13
LIVE174.83(0.74%)
NDX6532.40
LIVE40.88(0.63%)

Fed Powell: Kasus untuk Kenaikan Suku Bunga Bertahap Masih 'Kuat'


Wednesday, 20 June 2018 21:12 WIB

Federal ReserveThe FedJerome Powell


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_pwl.jpg

Pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell mengulangi kasus yang dia ajukan untuk menaikkan suku bunga guna menjaga ekonomi terbesar dunia itu pada jalur yang berkelanjutan, dengan mengutip dukungan luas di antara rekan-rekannya di bank sentral AS.

"Dengan pengangguran yang rendah dan diperkirakan menurun lebih lanjut, inflasi yang dekat dengan target kami, serta risiko terhadap prospek terlihat seimbang, kasus untuk kenaikan bertahap bertahap dalam tingkat dana federal yang kuat," katanya dalam pidato pembukaan Rabu di Forum Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal.

Komentarnya datang seminggu setelah the Fed menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini sebagai tanggapan atas pertumbuhan yang cepat dan pengangguran yang menurun. Proyeksi median dari pejabat Fed untuk jumlah kenaikan suku bunga tahun ini juga naik menjadi empat dari tiga.

Setelah sambutannya, Powell akan berpartisipasi dalam diskusi panel dengan Presiden ECB Mario Draghi, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dan Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe.

Powell membahas keuntungan dari pengangguran rendah dan pasar tenaga kerja yang ketat bagi banyak orang Amerika, sementara mencatat bahwa ekonomi yang terus-menerus kuat dapat memberikan risiko terhadap inflasi dan mungkin stabilitas keuangan.

"Dalam lingkungan saat ini, ketidakpastian yang signifikan hadir dalam proses pembuatan kebijakan moneter," katanya, meskipun ia menambahkan bahwa ia saat ini melihat kerentanan stabilitas keuangan AS yang moderat. "Meskipun beberapa harga aset tinggi menurut standar historis, saya tidak melihat tanda-tanda signifikan dari pinjaman atau leverage yang berlebihan," katanya.

Pengangguran di AS turun menjadi 3,8 persen pada bulan Mei, sesuai dengan tingkat April 2000 yang manan merupakan tingkat terendah untuk pengangguran sejak tahun 1969. Meskipun telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, indeks inflasi tahun ke tahun yang lebih disukai the Fed dengan mengeluarkan komponen volatil termasuk makanan dan energi, tetap berada di bawah target 2 persen bank sentral pada bulan April sebesar 1,8 persen.

"Pertumbuhan upah telah moderat, konsisten dengan pertumbuhan produktivitas yang rendah tetapi juga merupakan indikasi bahwa pasar tenaga kerja tidak terlalu ketat," kata Powell. (Sdm)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.