DJIA25444.34
LIVE64.89(0.26%)
NDX7107.23
LIVE-8.86(-0.12%)

Draghi Melihat Optimisme Inflasi Dalam Pemulihan Tapi Euro Merupakan Kekhawatiran


Thursday, 25 January 2018 21:47 WIB

Bank Sentral Eropa ECBMario Draghi


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY2_1702022019_mario-draghi-ecb-european-central-bank-president-speech-euro.jpg

Mario Draghi menyatakan keyakinan baru bahwa pemulihan kawasan euro akan menghidupkan kembali inflasi, mendorong euro ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun meskipun secara bersamaan memberikan peringatan terhadap pergerakan tajam dalam nilai tukar.

Meningkatkan momentum ekonomi telah "memperkuat keyakinan kami bahwa inflasi akan menuju satu titik tapi di bawah 2 persen," kata Presiden Bank Sentral Eropa kepada wartawan di Frankfurt pada hari Kamis, ia menambahkan bahwa tekanan harga domestik tetap diredam. "Dengan latar belakang ini, volatilitas nilai tukar baru-baru ini merupakan sumber ketidakpastian yang memerlukan pemantauan berkenaan dengan kemungkinan implikasinya terhadap prospek jangka menengah dari stabilitas harga."

Euro melonjak sebanyak 1 persen ke level terkuatnya sejak akhir 2014, dan naik 0,7 persen pada $ 1,2490 pada pukul 3:20 sore Waktu Frankfurt. Ini turun dari level tertingginya setelah Draghi mengatakan bahwa dia melihat "sangat sedikit kemungkinan" bahwa suku bunga akan meningkat tahun ini, seperti yang disarankan pada beberapa harga pasar.

Keuntungan tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa tekanan ke bawah pada harga dapat mempersulit keluarnya ECB secara bertahap dari stimulus luar biasa. Pembuat kebijakan memutuskan tahun lalu untuk mengurangi jumlah stimulus tambahan yang mereka pompa ke dalam ekonomi kawasan euro pada bulan ini, namun juga menekankan bahwa sasaran inflasi mereka tetap tidak terlihat sampai setidaknya tahun 2020.

Draghi mengatakan bahwa tingkat stimulus yang cukup tetap diperlukan untuk tekanan harga yang mendasari agar bertemu dengan tujuan ECB, namun menunjuk pada beragam alat stimulus yang akan membantu dalam mencapai hal tersebut.

"Dukungan moneter lanjutan ini didukung oleh pembelian aset bersih, dengan jumlah aset yang diakuisisi yang cukup besar, dan reinvestasi yang akan datang dan panduan kedepan kami mengenai suku bunga," katanya.

ECB sebelumnya mengulangi rencana untuk terus membeli aset 30 miliar euro ($ 37 miliar) per bulan sampai setidaknya akhir September, sekaligus mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.