DJIA24492.98
LIVE-171.91(-0.70%)
NDX6683.71
LIVE-91.18(-1.35%)

BOJ Pertahankan Stimulus Terkait Laju Inflasi Dibalik Pertumbuhan Ekonomi


Thursday, 21 December 2017 10:24 WIB

Ekonomi JepangBank of JapanBOJ


BOJ596.jpg

Bank of Japan membiarkan stimulus moneter tidak berubah dalam pertemuan kebijakan akhir tahun 2017, yang tersisa pada cruise control karena menunggu kenaikan inflasi yang sangat rendah.

Bank sentral akan terus menargetkan suku bunga dan membeli aset keuangan untuk mencapai tujuan inflasi 2 persen, katanya dalam pernyataannya pada hari Kamis. Hasilnya diprediksi oleh seluruh 44 ekonom yang disurvei Bloomberg.

Dengan ekonomi Jepang yang terus tumbuh dengan kecepatan yang sehat, dan inflasi setidaknya bergerak ke arah yang benar, ada sedikit tekanan pada BOJ untuk bertindak dalam waktu dekat. Ini membedakannya dari mitra globalnya, dengan kenaikan suku bunga Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa bergerak mendekati normalisasi kebijakan.

"Pemulihan ekonomi yang solid memberi waktu kepada BOJ untuk duduk tegak," Norio Miyagawa, seorang ekonom senior di Mizuho Securities Co, mengatakan sebelum keputusan tersebut. "Rencana BOJ untuk saat ini adalah menunggu dan melihat dengan tetap berpegang pada stimulus saat ini. "

Namun para ekonom dan investor melihat lebih jauh ke depan, dengan beberapa yang berspekulasi bahwa BOJ akan bergabung dengan beberapa mitra internasionalnya dalam mengetatkan kebijakan tahun depan. Sambutan pers Gubernur Haruhiko Kuroda kemudian di hari Kamis akan diuraikan sebagai petunjuk apakah dan kapan hal itu bisa terjadi.

Pemungutan suara dewan BOJ pada hari Kamis adalah 8-1 pada tingkat kebijakan dan dengan suara bulat pada pembelian aset. Goushi Kataoka, yang bergabung dengan dewan direksi pada bulan Juli, tidak menyetujui kebijakan suku bunga tersebut.

BOJ belum mengubah kerangka kebijakannya sejak September 2016, ketika menerapkan program pengendalian imbal hasil, menetapkan suku bunga sebesar -0,1 persen pada beberapa bank reserves dan target sekitar 0 persen untuk imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun. Ini juga terus membeli aset dalam jumlah besar, sebagian besar merupakan obligasi pemerintah Jepang.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.