DJIA23848.36
LIVE171.06(0.72%)
NDX6528.81
LIVE37.29(0.57%)

Yellen : Kenaikan Suku Bunga Kemungkinan Terjadi Dalam Hitungan 'Bulan'


Saturday, 28 May 2016 01:35 WIB

AmerikaFederal ReserveThe Fed


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY_Cassidy-Yellen-Did-The-Right-Thing-1200.jpg

Ketua The Fed Janet Yellen, Jumat  ini mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dapat datang dalam hitungan "bulan," seperti yang ia harapkan pada ekonomi, dan yang terpenting, pasar tenaga kerja, untuk terus menjadi lebih baik.

"Ini sudah tepat - dan saya telah mengatakan mengenai hal ini di masa lalu – untuk The Fed agar secara bertahap dan hati-hati menaikkan suku bunga kami dalam semalam dari waktu ke waktu," Yellen mengatakan, "dan mungkin dalam beberapa bulan mendatang langkah tersebut akan sesuai."

Dia mengatakan bahwa indikator telah menunjukkan perekonomian AS rebound setelah kuartal pertama yang sulit. "Pertumbuhan terlihat menjadi meningkat," katanya. Departemen Perdagangan sebelumnya pada hari Jumat melaporkan kenaikan GDP sebesar 0,8% pada kuartal pertama.

Meskipun komentar yang tidak lazim mengingat apa yang disuarakan oleh pejabat The Fed lainnya baru-baru ini, banyak pengamat pasar yang berpikir bahwa Yellen akan menunggu sampai pidato pada awal Juni di Philadelphia sebelum memberikan sinyal kemana nantinya tingkat suku bunga akan mengarah. Saham AS kehilangan beberapa posisi setelah komentar Yellen ini.

Federal Open Market Committee, yang menentukan suku bunga, adalah pertemuan selama dua hari di pertengahan Juni, dan sekali lagi pada akhir Juli. Mengarah pada pernyataan Yellen, pasar memberikan harga pada peluang sebesar 30% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juni, dan peluang sebesar 58% untuk kenaikan pada bulan Juli.

Yellen, menjawab pertanyaan pada acara Harvard University di mana ia menerima penghargaan, membuat komentar yang mirip dengan apa yang rekan nya, Gubernur Fed Jerome Powell buat pada hari Kamis.

Seperti Powell, Yellen juga mengomentari pertumbuhan produktivitas yang lemah, yang disebutnya "menyedihkan."

"Itu perkembangan yang serius dan negatif," katanya.(mrv)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.