DJIA24100.51
LIVE-496.87(-2.02%)
NDX6594.96
LIVE-173.01(-2.56%)

Jumlah pekerja Uni Eropa di Inggris bukukan penurunan rekor


Tuesday, 13 November 2018 17:11 WIB

InggrisEkonom InggrisU.K. Jobless Rate


c_740_198_16777215_00_images_assets_COUNTRY_hsbc-unveils-6bn-sme-lending-uk-economic-recovery.jpg

Jumlah pekerja di Inggris yang berasal dari tempat lain di Uni Eropa membukukan penurunan tertajam dalam rekor pada bulan September, menandakan bahwa Inggris yang akan keluar dari Uni Eropa menjadi kurang menarik bagi mereka yang mencari kerja di benua itu.

Jumlah warga negara Uni Eropa yang bekerja di Inggris turun 132.000 secara tahunan sampai September, penurunan tahunan terbesar sejak rekor yang sebanding dimulai pada tahun 1997, Kantor Statistik Nasional mengatakan Selasa.

Penurunan ini didorong oleh penurunan jumlah pekerja dari Polandia, Republik Ceko, dan enam negara Eropa Timur lainnya yang bergabung dengan UE pada 2004. Jumlah warga negara dari negara-negara yang dipekerjakan di Inggris turun 15%, Kata ONS.

Inggris telah lama menjadi magnet bagi warga Eropa yang mencari pekerjaan tetapi angka Selasa menunjukkan bahwa daya tarik Inggris mulai berkurang. Dan Brexit bukan satu-satunya faktor yang memberi pengaruh: Pertumbuhan di zona euro dan Uni Eropa yang lebih luas telah meningkat setelah periode panjang stagnasi, dengan pertumbuhan upah di beberapa bagian blok berakselerasi dengan cepat.

Ketidakpuasan atas tingkat imigrasi yang tinggi merupakan faktor signifikan di balik keputusan Inggris tahun 2016 untuk keluar dari Uni Eropa. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada Maret tahun depan namun Perdana Menteri Inggris Theresa May belum menyetujui persyaratan untuk perpisahan dengan Brussels.

ONS mengatakan Selasa bahwa pengangguran di Inggris naik 21.000 dalam tiga bulan hingga September, membuat tingkat pengangguran naik menjadi 4,1% dari 4,0%.

Pertumbuhan upah, bagaimanapun, berakselerasi ke laju tercepatnya dalam hampir satu dekade. Penghasilan rata-rata tidak termasuk bonus 3,2% lebih tinggi pada bulan September dibandingkan tahun sebelumnya. (Sdm)

Sumber: Marketwatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.