DJIA25962.44
LIVE-173.35(-0.66%)
NDX7664.47
LIVE-54.85(-0.71%)

Pertumbuhan Manufaktur Inggris Melambat ke Level 2 Tahun Terendah


Monday, 3 September 2018 16:08 WIB

InggrisEkonomi inggrisUK ManufacturingManufaktur Inggris


c_740_198_16777215_00_images_assets_EKONOMI3_madeinukgirl.jpg

Pertumbuhan manufaktur Inggris secara tak terduga melambat pada kecepatan terlemah dalam dua tahun bulan lalu seiring pesanan ekspor mengalami kontraksi di tengah melemahnya ekonomi global.

Indeks Pembelian Manajer IHS Markit jatuh ke 52,8 pada bulan Agustus, data menunjukkan hari Senin, turun dari 53,8 sebulan sebelumnya, dan di bawah perkiraan 53,9 oleh ekonom. Indeks pesanan baru untuk ekspor turun di bawah level 50 yang menunjukkan kontraksi untuk pertama kalinya sejak April 2016.

Pound jatuh setelah laporan dan diperdagangkan turun 0,6 persen ke level $ 1,2891 pada pukul 9:35 pagi di London.

Laporan Markit juga menunjukkan produksi manufaktur naik pada laju paling lambat dalam 17 bulan, sementara harga input dan output meningkat, dengan perusahaan melaporkan biaya yang lebih tinggi dari logam, komponen elektronik dan energi yang diteruskan ke klien. Optimisme di antara perusahaan merosot ke tingkat 22 bulan terendah, dengan beberapa mengutip ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang Brexit dan nilai tukar.

Perlambatan berarti sektor ini tidak mungkin berkontribusi untuk menambah pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga, kata Markit. "Kendala utama adalah tren dalam bisnis ekspor baru," kata Rob Dobson, direktur di IHS Markit. "Permintaan luar negeri menurun untuk pertama kalinya sejak April 2016, meskipun melemahnya sterling, di tengah laporan pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan lingkungan perdagangan yang semakin tidak menentu."

Sebuah studi oleh Bloomberg Economics bulan lalu menemukan bahwa eksportir Inggris gagal memanfaatkan "sweet spot" yang diciptakan oleh penurunan pound pasca-referendum dan waktu untuk melakukannya mungkin telah berlalu. Bisnis yang mengekspor dari Inggris leboh banyak mengambil ‘durian runtuh’ dari nilai tukar setelah voting Brexit 2016, daripada mengambil kesempatan untuk meningkatkan output, kata laporan itu. (Sdm)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.