DJIA21409.55
LIVE0(0.00%)
NDX5777.59
LIVE0(0.00%)

Penjualan Ritel Inggris Turun Lebihi Perkiraan


Thursday, 15 June 2017 16:13 WIB

InggrisEkonomi inggrisUK Retail SalesPenjualan Ritel Inggris


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_rietlsales.jpg

Penjualan ritel Inggris jatuh pada bulan Mei untuk kedua kalinya dalam tiga bulan seiring meningkatnya inflasi mempengaruhi daya beli konsumen.

Volume barang yang dijual di toko-toko dan online turun 1,2 persen dari bulan April, lebih tinggi dari perkiraan penurunan 0,8 persen dalam survei Bloomberg. Penjualan di luar bahan bakar mobil turun 1,6 persen, yang terbesar tahun ini.

Angka tersebut memberikan bukti lebih lanjut bahwa pengetatan pada rumah tangga sekarang mulai memberikan tekanan, dengan peritel dari Topps Tiles sampai ke jaringan pakaian Next memperingatkan tentang kondisi perdagangan yang sulit dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu mengganggu ekonomi yang bergantung pada konsumen dan menambah masalah untuk Perdana Menteri Theresa May, yang sedang menuju pembicaraan Brexit dengan Partai Konservatifnya yang kehilangan kursi mayoritas parlemennya menyusul hasil pemilihan umum pekan lalu.

Kecuali bahan bakar, setiap kategori ritel mendapatkan penurunan penjualan bulan lalu, menunjukkan bahwa kenaikan harga yang dipicu oleh lemahnya pound memaksa rumah tangga untuk mengurangi item non-discretionary.

Barang-barang rumah tangga turun 5,7 persen, pakaian dan alas kaki turun 0,1 persen dan penjualan di department store turun 0,8 persen. Toko lain, termasuk penjual komputer dan buku, mengalami penurunan 2,9 persen. Penjualan makanan melemah sebesar 0,9 persen.

Laporan tersebut jelas menggambarkan distorsi yang disebabkan oleh liburan Paskah, yang jatuh pada bulan April tahun ini dan pada bulan Maret di tahun 2016. Pertumbuhan penjualan tahunan melambat menjadi 0,9 persen dari 4,2 persen.

Penghasilan Tertekan

Penghasilan riil sekarang turun pada laju tercepat dalam hampir tiga tahun seiring tingkat inflasi berbalapan dengan pertumbuhan upah. Harga toko rata-rata di luar bahan bakar mobil naik 2,8 persen bulan lalu, terbesar sejak Maret 2012.

Kombinasi dari pengeluaran konsumen yang lesu dan harga yang naik lebih cepat dari perkiraan menghadirkan tantangan bagi pembuat kebijakan Bank of England, yang akan mengumumkan keputusan kebijakan terakhir mereka oada siang hari di London hari ini. Meskipun beberapa orang telah menyatakan kekhawatirannya atas inflasi, para pedagang melihat sedikit kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum 2019.

Penjualan masih dalam proses untuk berkontribusi pada pertumbuhan pada kuartal saat ini setelah indeks ini merosot dalam tiga bulan pertama tahun 2017. Indeks tersebut akan naik kecuali bulan Juni dimana penurunan 3,3 persen diperkirakan akan dialami, yang mana penurunan yang terakhir terlihat pada tahun 2008. Penjualan naik 0,6 persen dalam tiga bulan terakhir. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.