DJIA23677.30
LIVE84.32(0.36%)
NDX6491.52
LIVE43.13(0.67%)

Housing costs dorong inflasi lebih tinggi pada bulan Sept., CPI menunjukkan


Thursday, 11 October 2018 19:52 WIB

Ekonomi ASCPI AmerikaAmerika Serikat U.S. InflationCore CPI


c_740_198_16777215_00_images_assets_cpi.jpg

Biaya sewa dan kepemilikan rumah yang lebih tinggi mendorong harga konsumen lebih tinggi pada bulan September, namun inflasi secara lebih luas melambat setelah kenaikan terakhir.

Indeks harga konsumen naik 0,1% pada bulan September untuk mencatatkan kenaikan keenam berturut-turut, kata pemerintah Kamis. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan kenaikan 0,2%.

Namun peningkatan biaya hidup selama 12 bulan terakhir melambat lagi menjadi 2,3% dari 2,7%, pemerintah mengatakan Kamis. Dua bulan lalu, tingkat tahunan mencapai posisi tertinggi enam tahun sebesar 2,9%.

Indeks yang dicermati lebih dekat, yang mengeluarkan makanan dan energi juga naik 0,1% bulan lalu. Indeks dikenal sebagai tingkat inti inflasi.

Peningkatan tahunan dalam tingkat inti datar pada 2,2%.

Sekitar setengah dari kenaikan indeks harga konsumen bulan lalu terkait dengan harga sewa dan biaya kepemilikan rumah yang lebih tinggi.

Biaya pakaian meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan dan biaya medis meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Harga tiket pesawat dan asuransi mobil juga naik.

Meskipun harga bensin sebenarnya naik bulan lalu, bensin tidak naik sebanyak yang biasanya dilakukan pada bulan September. Dengan demikian penyesuaian musiman mengakibatkan harga bensin menunjukkan penurunan.

Harga makanan tidak berubah. Biaya kendaraan yang digunakan turun tajam.

Ada kabar baik bagi para pekerja. Setelah disesuaikan dengan inflasi, upah per jam naik solid 0,3% pada bulan September. Upah per jam naik 0,5% dalam satu tahun terakhir.

Ekonomi AS berada dalam kondisi terkuat dalam dua dekade, dengan lowongan pekerjaan berada pada rekor tinggi dan pengangguran berada di tingkat terendah 48 tahun. (Sdm)

Sumber: Marketwatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.