DJIA25962.44
LIVE-173.35(-0.66%)
NDX7664.47
LIVE-54.85(-0.71%)

Klaim pengangguran AS turun 4.000 menjadi 226.000


Thursday, 15 March 2018 20:22 WIB

Klaim pengangguran ASEkonomi ASUnemploymentAmerika Serikat


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY_000unemploymentclaimsbenefitsjobsworklinesillouettews.jpg

Tingkat PHK di AS yang diukur dengan klaim pengangguran awal turun tipis pada awal Maret dan bertahan di dekat level terendah 50 tahun - sebuah keuntungan bagi pekerja dan kewalahan bagi pengusaha yang ingin merekrut.

Klaim pengangguran awal AS turun 4.000 menjadi 226.000 dalam tujuh hari yang berakhir pada 10 Maret, kata pemerintah pada hari Kamis. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan klaim total 228.000.

Rata-rata klaim bulanan yang lebih stabil turun sebesar 750 menjadi 221.500.

Jumlah orang yang sudah memiliki tunjangan pengangguran, yang dikenal sebagai klaim terus berlanjut, meningkat 4.000 menjadi 1,88 juta. Namun klaim ini turun di bawah 2 juta pada musim semi lalu untuk pertama kalinya sejak 2000 dan tetap bertahan sejak saat itu.

Klaim turun tajam di New York minggu lalu namun sedikit berubah di negara bagian lain.

PHK di AS telah jatuh selama bertahun-tahun dan berada pada tingkat terendah sejak era Nixon. Indeks tidak mungkin naik banyak dalam waktu dekat dengan pasar tenaga kerja yang begitu kuat.

Pasar pekerjaan berada di tingkat terbaik dalam setidaknya dua dekade. Pekan lalu pemerintah mengatakan 313.000 pekerjaan baru diciptakan pada bulan Februari, kenaikan yang luar biasa besar sehingga meluas ke dalam ekspansi ekonomi. Siklus pertumbuhan AS saat ini akan segera berusia sembilan tahun.

Terlebih lagi, tingkat pengangguran berada pada level terendah 17 tahun di 4,1% dan kemungkinan akan turun ke bawah angka tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Terakhir kali pengangguran berada di level serendah yakni pada tahun 2000.

Dengan pasar tenaga kerja yang begitu panas, tetap, ada kemungkinan besar Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga AS lebih cepat untuk mencegah kenaikan inflasi.

Sumber: Marketwatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.