DJIA25764.00
LIVE-98.68(-0.38%)
NDX7503.68
LIVE-76.46(-1.01%)

Di luar Perkiraan, Harga Grosir AS Tunjukkan Penurunan Pertama sejak 2016


Thursday, 11 January 2018 20:56 WIB

Ekonomi ASPPIAmerika Serikat


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY2_whroesale.jpg

Harga grosir AS turun pada bulan Desember untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun menyusul penurunan biaya untuk layanan yang mana menjadi tanda potensial bahwa tekanan inflasi dalam ekonomi melemah.

Indeks harga produsen turun 0,1% secara bulanan (perkiraan 0,2%) setelah kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya; Penurunan itu merupakan yang pertama sejak Agustus 2016.

PPI naik 2,6% dari tahun sebelumnya (est.3%) setelah kenaikan 3,1% dalam periode 12 bulan sebelumnya.

Indeks inti tidak termasuk makanan dan energi, turun 0,1% secara bulanan (perkiraan menguat 0,2%); naik 2,3% secara tahunan.

Sebagian besar penurunan bulanan PPI mencerminkan penurunan 0,2 persen pada biaya layanan, sementara harga barang tidak berubah. Penurunan untuk indeks ritel bahan bakar otomotif menjadi pendorong utama, seiring dengan turunnya biaya untuk layanan pinjaman, layanan penumpang penumpang dan ritel pakaian jadi.

PPI tidak termasuk makanan, energi, dan layanan perdagangan, indeks yang disukai beberapa ekonom karena mengeluarkan komponen yang paling mudah bergerak, naik 2,3 persen dari Desember 2016 setelah kenaikan 2,4 persen.

Dengan inflasi yang masih di bawah target Federal Reserve, laporan PPI kemungkinan akan memberikan fokus tambahan pada data Departemen Tenaga Kerja menyusul rilis data untuk harga konsumen hari Jumat. Itu akan memberikan indikasi yang lebih baik mengenai arah inflasi dan bagaimana hal tersebut akan menjadi faktor dalam pembahasan bank sentral mengenai seberapa cepat mereka akan menaikkan suku bunga pada tahun 2018.

Biaya produsen tidak termasuk kategori volatile seperti makanan, energi, and jasa perdagangan, naik 0,1 persen dari bulan sebelumnya setelah kenaikan 0,4 persen.

Harga energi tidak berubah dari bulan sebelumnya; biaya makanan turun 0,7 persen.

Margin ritel untuk bahan bakar dan pelumas otomotif turun 10,7 persen; layanan penumpang turun 4,3 persen, penurunan terbesar sejak Februari 2009. (sdm)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.