DJIA25873.36
LIVE24.49(0.09%)
NDX7319.85
LIVE12.86(0.18%)

Ekspor Jepang naik di bulan Juni, proteksionisme awani prospek


Thursday, 19 July 2018 08:02 WIB

JepangEkonomi JepangEkspor JepangTrade Balance


c_740_198_16777215_00_images_assets_eks.jpg

Ekspor Jepang naik pada bulan Juni berkat peningkatan pengiriman komponen elektronik dan mobil, tetapi ada kekhawatiran yang menyerebak bahwa proteksionisme perdagangan dapat secara tajam mengekang permintaan ekspor.

Ekspor Jepang ke Amerika Serikat turun sedikit, tetapi surplus perdagangan naik, yang dapat mengundang perhatian dari Presiden AS Donald Trump.

Ekspor keseluruhan naik 6,7 persen pada Juni dari periode yang sama tahun lalu, kurang dari estimasi median untuk kenaikan tahunan 7,0 persen yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Ekspor tumbuh 8,1 persen secara tahunan pada bulan Mei.

Ekspor kemungkinan akan terus tumbuh seiring permintaan global tetap kuat, tetapi surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat menjadikannya target potensial untuk kebijakan proteksionis Trump.

Impor Jepang naik 2,5 persen pada tahun ini hingga Juni, dibandingkan dengan perkiraan median untuk peningkatan 7,0 persen.

Neraca perdagangan surplus 721,4 miliar yen ($ 6,40 miliar), dibandingkan estimasi median untuk surplus 534,2 miliar yen.

Ekspor Jepang ke Amerika Serikat turun 0,9 persen dari tahun ke tahun di bulan Juni, versus kenaikan 5,8 persen tahun ke tahun di bulan Mei, seiring penurunan pengiriman mobil dan peralatan manufaktur semikonduktor.

Impor dari Amerika Serikat turun 2,1 persen dari tahun ke tahun menyusul penurunan minyak mentah, pesawat, dan batu bara.

Imbasnya, surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat menjadi 590,3 miliar yen, naik 0,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat dapat mengundang kecaman karena pemerintahan Trump menaikkan tarif untuk menurunkan defisit perdagangan AS dan memerangi apa yang dikatakannya sebagai kebijakan perdagangan yang tidak adil. (Sdm)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.