DJIA24706.35
LIVE336.25(1.38%)
NDX6784.61
LIVE66.16(0.98%)

Inflasi Jepang Kembali Naik, namun Masih berada Jauh di bawah Target


Friday, 29 September 2017 07:28 WIB

JAPANJepangEkonomi JepangInflasi


c_740_198_16777215_00_images_assets_NIKKEI225_ThinkstockPhotos-501912909.jpg

Harga konsumen Jepang naik pada bulan Agustus, data resmi menunjukkan pada hari Jumat, namun inflasi masih jauh di bawah target bank sentral, seiring pihak berwenang berjuang untuk mengatasi deflasi di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut.

Menyisihkan harga volatile untuk makanan segar, inflasi berada di tingkat 0,7 persen, menurut data pemerintah. Itu merupakan kenaikan harga bulan kedelapan secara berturut-turut dan sejalan dengan ekspektasi pasar.

Tidak termasuk makanan segar dan energi, harga naik tipis hanya 0,2 persen pada Agustus dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut masih berada jauh dari target inflasi Bank of Japan sebesar 2,0 persen – deflasi terlihat menjadi faktor yang disalahkan karena menahan ekonomi yang dulu pernah melonjak ini.

Namun, prospek Jepang baru-baru ini cenderung membaik dengan investasi terkait dengan Olimpiade Tokyo 2020 yang memberikan ekonomi efek positif.

Perekonomian berekspansi sebesar 0,6 persen pada periode April-Juni, mencatatkan pertumbuhan enam kuartal berturut-turut dan ekspansi ekonomi terpanjang dalam lebih dari satu dekade.

Meskipun pasar tenaga kerja sangat ketat dan kepercayaan bisnis tinggi, kenaikan upah berjalan sangat lambat dan upaya untuk mengangkat inflasi telah turun datar meski bertahun-tahun pelonggaran moneter agresif dari bank sentral Jepang. (sdm)

 

Sumber: AFP


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.