DJIA26075.30
LIVE368.59(1.43%)
NDX10836.33
LIVE81.74(0.76%)

Klaim Pengangguran Mingguan AS Tetap Tinggi Karena PHK Yang Berkepanjangan


Thursday, 21 May 2020 19:56 WIB

Klaim pengangguran ASEkonomi ASU.S.Unemployment


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_3701921d7c7dac32be5a1697ccc5f0af.jpg

Jutaan lebih banyak warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu karena simpanan terus dibersihkan dan gangguan dari coronavirus melepaskan gelombang kedua PHK, menunjuk ke bulan lain kehilangan pekerjaan yang mengejutkan pada bulan Mei.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara berjumlah 2,438 juta yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 16 Mei, menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis. Data untuk minggu sebelumnya direvisi turun untuk menunjukkan 2,687 juta klaim yang diajukan, bukannya 2,981 juta yang dilaporkan sebelumnya. Connecticut mengatakan minggu lalu telah salah melaporkan jumlahnya.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan klaim akan mencapai 2,4 juta dalam minggu terakhir. Laporan klaim pengangguran, data yang paling tepat waktu mengenai kesehatan ekonomi, dapat menawarkan petunjuk awal tentang seberapa cepat bisnis mempekerjakan kembali pekerja saat mereka membuka kembali dan tentang keberhasilan Program Perlindungan Paycheck (PPP) pemerintah.

Penutupan luas negara itu pada pertengahan Maret untuk menahan penyebaran COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona baru, telah menghasilkan pengangguran terburuk sejak Depresi Hebat.

Klaim secara bertahap menurun sejak mencapai rekor 6,867 juta dalam pekan yang berakhir 28 Maret. (knc)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.