DJIA25400.64
LIVE-147.63(-0.58%)
NDX9416.71
LIVE-25.34(-0.27%)

Ekonomi Perancis Bergantung pada Sektor Layanan Karena Output Pabrik Kembali Menyusut


Friday, 21 February 2020 15:29 WIB

PMI PerancisEkonomi Perancis


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY_010110010010PMI.jpg

Prancis meningkatkan ketergantungannya pada sektor jasa untuk pertumbuhan ekonomi bulan ini, karena pabrik-pabrik berjuang dengan masalah termasuk wabah virus corona dan penghentian pesawat Boeing 737 Max.

Sementara Indeks Manajer Pembelian dari IHS Markit menunjukkan kenaikan tak terduga dalam momentum keseluruhan pada Februari, manufaktur kembali ke kontraksi.

Data menyoroti ekonomi split zona euro. Wakil Presiden Bank Sentral Eropa Luis de Guindos mengatakan pada hari Kamis bahwa pasar tenaga kerja yang kuat mendorong konsumsi domestik dan menopang kelemahan global. Kekhawatirannya adalah berapa lama itu bisa bertahan.

PMI komposit Perancis naik menjadi 51,9, mengalahkan perkiraan ekonom. Indeks manufaktur turun di bawah 50, menandakan kontraksi untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun lalu.

Pesanan industri sangat tertekan oleh penurunan permintaan internasional. Jeda dalam produksi Boeing dari jet satu lorong setelah dua kecelakaan fatal telah menjadi kejutan bagi pemasok Prancis.

Selain itu, wabah virus korona di Tiongkok telah memaksa banyak bisnis untuk menghentikan kegiatan mereka di negara itu.

Laporan itu menunjukkan perusahaan Prancis masih optimis selama 12 bulan ke depan, didukung oleh rencana untuk meluncurkan produk baru untuk harapan kenaikan permintaan.

Markit akan menerbitkan PMI untuk Jerman dan kawasan euro pagi ini, dengan keduanya diperkirakan akan menunjukkan sedikit penurunan pada bulan Februari. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.