DJIA29001.98
LIVE-158.11(-0.54%)
NDX9145.81
LIVE-71.17(-0.77%)

Inflasi Inti AS Tidak Tertalu Tinggi di November Menjelang Pertemuan The Fed


Wednesday, 11 December 2019 21:15 WIB

Ekonomi ASCPI AmerikaCore CPI


c_740_198_16777215_00_images_assets_penyebab-ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-i-2019-O6VN00fzlb.jpg

Indeks utama harga konsumen AS tetap tenang di bulan November, memperkuat ekspektasi luas pembuat kebijakan Federal Reserve akan mempertahankan jalur suku bunga.

Indeks harga konsumen inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi yang fluktuatif, naik 0,2% untuk bulan kedua, dan 2,3% dari tahun sebelumnya, sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan hari Rabu. Angka-angka itu sesuai dengan estimasi rata-rata dalam survei ekonom Bloomberg. CPI yang lebih luas meningkat 0,3%, dan 2,1% dari November 2018.

Laju inflasi yang terkendali mendukung perkiraan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil ketika para pembuat kebijakan bersidang siang ini. Bankir sentral telah memotong biaya pinjaman tiga kali tahun ini dan mengisyaratkan hal tersebut akan tetap ditahan dalam waktu dekat atau sampai prospek ekonomi menunjukkan perubahan material.

CPI Departemen Tenaga Kerja cenderung berjalan lebih tinggi daripada indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi Departemen Perdagangan, yang ditargetkan secara resmi oleh Fed. Indeks inti PCE yang ditunggu para pembuat kebijakan untuk pembacaan lebih baik tentang tren harga yang mendasar telah melemah dalam beberapa bulan terakhir dan bertahan di bawah sasaran 2% sepanjang tahun.

Laporan CPI Departemen Tenaga Kerja menunjukkan energi dan tempat tinggal adalah faktor utama yang mendorong inflasi November. Harga energi naik 0,8% dari bulan sebelumnya di belakang biaya bensin dan bahan bakar yang lebih tinggi.

Biaya hunian, yang merupakan sepertiga dari total CPI, dipercepat, naik 0,3% bulan lalu setelah naik 0,1% pada Oktober. Harga penginapan naik 1,1% setelah merosot 3,8% sebulan sebelumnya.

Harga makanan naik tipis 0,1%, sementara biaya kendaraan baru turun selama lima bulan berturut-turut.

Harga pakaian, yang cenderung fluktuatif setiap bulan, merayap naik 0,1% pada November setelah menurun dua bulan sebelumnya.

Sebuah laporan terpisah Departemen Tenaga Kerja Rabu menunjukkan pendapatan rata-rata per jam, disesuaikan dengan perubahan harga, naik 1,1% pada November dari tahun sebelumnya setelah 1,4% dalam 12 bulan hingga Oktober. Inflasi yang lebih tinggi mengikis kenaikan upah.

Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan CPI inti akan naik 0,2% dari bulan sebelumnya dan 2,3% dari tahun sebelumnya, dengan indeks yang lebih luas terlihat naik 0,2% dan 2% secara tahunan.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.