DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Pertumbuhan Upah Australia Masih Lebih Baik Hingga 2Q


Wednesday, 14 August 2019 08:49 WIB

AustraliaUpah Minimum,AUD,Upah Australia


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_Berita-Ekonomi-Australia.jpg

Pertumbuhan upah Australia lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal kedua sebagai akibat dari kenaikan kuat dalam pembayaran upah untuk pegawai negeri, meskipun Reserve Bank of Australia tetap cenderung menurunkan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.

Upah naik 0,6% yang disesuaikan secara musiman dibandingkan dengan kuartal pertama dan naik 2,3% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan pada hari Rabu. Pengemudi termasuk perawatan kesehatan dan layanan sosial.

Upah sektor swasta naik 0,5% pada kuartal tersebut, dan naik 2,3% dari tahun sebelumnya, sementara upah sektor publik naik 0,8% pada kuartal tersebut dan meningkat 2,6% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan upah selama setahun terakhir merupakan yang terkuat di negara bagian Victoria, yang mencatat kenaikan 2,9%. Australia Barat adalah yang outlier dengan pertumbuhan hanya 1,6%.

Lemahnya pertumbuhan upah menjadi perhatian utama bagi para pembuat kebijakan, dengan RBA menurunkan suku bunga pada bulan Juni dan Juli mengutip perlambatan tajam dalam permintaan konsumen sebagai pemicu pemotongan.

Ekonom bertaruh RBA akan memangkas lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan karena upaya untuk meningkatkan pertumbuhan PDB dan meningkatkan kapasitas cadangan di pasar kerja.

Gubernur RBA Philip Lowe telah mengidentifikasi upah yang lemah dan pertumbuhan produktivitas yang kendur sebagai tantangan utama bagi perekonomian, menyerukan kepada pemerintah untuk mengangkat pengeluaran dan memberlakukan reformasi ekonomi.

Dengan tingkat kas resmi RBA pada rekor terendah 1%, perdebatan di pasar telah berpaling pada kemungkinan bahwa bank sentral akan segera memperkenalkan langkah-langkah kebijakan alternatif untuk mengangkat ekonomi.(Arl)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.