DJIA24207.16
LIVE141.57(0.59%)
NDX6668.56
LIVE-1.08(-0.02%)

Indeks Pabrik AS Alami Penurunan Terburuk Sejak 2008 Terkait Pesanan, Produksi Melemah


Thursday, 3 January 2019 22:16 WIB

Ekonomi ASISM Manufacturing PMI


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY2_MW-FG890_ford_f_20170301093540_MG.jpg

Indeks manufaktur AS mengalami penurunan terbesar bulan lalu sejak Oktober 2008, tanda baru perlambatan ekonomi di tengah ketegangan global di seluruh sektor.

Indeks Institute for Supply Management turun ke level terendahnya dua tahun di 54,1, diluar dari semua perkiraan dalam survei Bloomberg, data menunjukkan Kamis. Kelima komponen utama menurun, dipimpin oleh pesanan baru yang mengalami penurunan terburuk dalam hampir lima tahun dan penurunan paling tajam untuk produksi sejak awal 2012. Ketenagakerjaan, pengiriman, dan indeks inventaris turun.

Indeks yang dikompilasi dari survei pabrikan turun tajam dari level tertingginya 14 tahun pada Agustus, meskipun masih di atas 50 garis pemisah antara ekspansi dan kontraksi. Penurunan 5,2 poin dari bulan sebelumnya telah melampaui poin tersebut hanya dua kali dalam abad ini, kedua kali selama resesi: dalam krisis keuangan satu dekade lalu dan setelah serangan teror 11 September 2001.

Kelemahan seperti itu menambah tanda-tanda bahwa perang dagang Presiden Donald Trump dan dorongan yang memudar dari stimulus fiskal membebani produsen Amerika. Laporan sebelumnya menunjukkan lima indeks manufaktur regional Federal Reserve merosot pada bulan Desember, pertama kalinya mereka jatuh serempak sejak Mei 2016.

Tanda-tanda kelebihan terkait perdagangan di ekonomi terbesar dunia dan negara-negara berorientasi ekspor lainnya berlipat ganda.

Indeks resmi pabrik China telah jatuh ke wilayah kontraksi, dan indeks manufaktur global dari JPMorgan Chase & Co. dan IHS Markit turun ke level terendahnya sejak September 2016. Pada hari Rabu, Apple Inc. memangkas prospek pendapatannya untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, catatkan permintaan yang lebih lemah.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.