DJIA26655.71
LIVE143.29(0.54%)
NDX7810.71
LIVE97.21(1.26%)

Inflasi U.K Melambat Lebih Dari Yang Diharapkan Terkait Harga Makanan & Transportasi


Wednesday, 17 October 2018 15:50 WIB

Ekonomi inggrisUK InflationCPI U.K


c_740_198_16777215_00_images_assets_12UKService78forex365.jpg

Inflasi AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan September, terseret lebih rendah oleh harga makanan dan transportasi.

Pertumbuhan harga konsumen merosot ke 2,4 persen dari sebelumnya 2,7 persen pada Agustus, menurut laporan dari Kantor Statistik Nasional pada hari Rabu. Angka itu lebih rendah dari perkiraan 2,6 persen rata-rata dalam survei Bloomberg.

Tekanan penurunan terutama berasal dari harga makanan, yang turun 0,2 persen dibandingkan dengan kenaikan 0,8 persen setahun sebelumnya. Ada juga tekanan dari harga feri, pakaian, rekreasi dan budaya seperti tiket teater dan permainan komputer.

Pengaruh ini sebagian diimbangi oleh harga energi, dengan kenaikan tarif mengangkat harga listrik sebesar 1,8 persen dibandingkan dengan tidak ada perubahan pada tahun sebelumnya.

Inflasi inti, yang tidak termasuk sektor makanan mengalami penurunan, energi, tembakau dan minuman beralkohol, melambat menjadi 1,9 persen pada bulan September.

Inflasi rata-rata 2,5 persen pada kuartal ketiga, sejalan dengan perkiraan Bank of England (BoE). Pejabat menaikkan suku bunga pada bulan Agustus, tetapi tidak ada langkah lebih lanjut yang diharapkan sebelum ada kejelasan tentang Brexit.

Pertumbuhan harga diperkirakan menurun menuju target 2 persen, memberikan dorongan riil bagi rumah tangga yang sekarang menikmati pertumbuhan upah tercepat dalam hampir satu dekade terakhir. Seberapa cepat itu bisa tergantung pada harga minyak, dengan ketegangan dengan Arab Saudi yang dapat menghidupkan kembali spekulasi bahwa minyak mentah Brent akan segera mencapai level $ 100 per barel.

Harga input produsen naik 1,3 persen, mengambil tingkat kenaikan tahunan ke 1,3 persen. Harga output naik 3,1 persen pada tingkat tahunan.

Harga rumah naik hanya 3,2 persen pada tahunan hingga Agustus, laju terlemah sejak 2013. Wilayah berkinerja terburuk adalah London, di mana nilai turun 0,2 persen. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.