DJIA27335.63
LIVE-23.53(-0.09%)
NDX7927.08
LIVE-39.85(-0.50%)

Penjualan Ritel Menguat Terkait Cuaca & Royal Wedding yang Mendorong Pengeluaran


Thursday, 14 June 2018 15:51 WIB

Ekonomi inggrisRitel salesPenjualan Ritel Inggris


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_retail123uk.jpg

Penjualan ritel Inggris melonjak lebih dari perkiraan ekonom pada Mei karena cuaca hangat dan Royal Wedding mendorong konsumen untuk berbelanja.

Penjualan naik 1,3 persen dari April, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dari kenaikan 0,5 persen dalam survei Bloomberg. Peningkatan itu dipimpin oleh makanan dan pakaian, menurut data dari Kantor Statistik Nasional di London. Tidak termasuk bahan bakar mobil, penjualan naik 1,3 persen.

Hari libur bank pada awal Mei dan suhu di atas rata-rata sepanjang bulan mendorong warga Inggris untuk membelanjakan uang tunai, memberikan dorongan untuk pengecer yang tertekan setelah badai salju melanda penjualan pada kuartal pertama dan mmenghambat pertumbuhan ekonomi . Penjualan lebih didorong oleh pernikahan Pangeran Harry pada 19 Mei yang bertepatan dengan final Piala FA sepak bola.

Dari tahun lalu, penjualan ritel meningkat 3,9 persen pada Mei, jauh di atas perkiraan 2,4 persen. Tidak termasuk bahan bakar, pertumbuhan tahunan adalah 4,4 persen.

Angka-angka menunjukkan kenaikan dari angka yang lebih lemah pada awal tahun terus berlanjut karena sektor rumah tangga berkembang dari tahun sebelumnya seiring menyusutnya pendapatan riil setelah pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa menekan pound dan memicu inflasi.

Selama tiga bulan, penjualan naik 0,9 persen dari periode sebelumnya, kata ONS. Belanja ritel hampir pasti akan berkontribusi pada kuartal kedua, kecuali rekor penurunan pada bulan Juni.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.