DJIA25444.34
LIVE64.89(0.26%)
NDX7107.23
LIVE-8.86(-0.12%)

Tenaga Kerja Inggris Naik Lebih Dari Perkiraan, Tapi Pertumbuhan Upah Melambat


Tuesday, 12 June 2018 16:08 WIB

Ekonomi inggrisUK UnemploymentAverage Earnings Index


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_jobless1.jpg

Perekonomian Inggris terus menciptakan tenaga kerja dengan kecepatan yang sehat dalam tiga bulan hingga April tetapi pertumbuhan upah secara tak terduga melambat.

Tingkat tenaga kerja mencapai rekor tertingginya sebesar 75,6 persen setelah ekonomi menambahkan 146.000 tenaga kerja, lebih dari 120.000 yang diprediksi oleh para ekonom. Tingkat pengangguran bertahan di 4,2 persen, terendahnya sejak 1975.

Namun, kejutan kecil dalam laju pertumbuhan upah mungkin menunjukkan bahwa ekonomi mempertahankan margin kapasitas cadangan. Pertumbuhan gaji tidak termasuk bonus melambat menjadi 2,8 persen antara Februari dan April, Kantor Statistik Nasional mengatakan Selasa.

Bagi pembuat kebijakan Bank of England, pertanyaannya adalah seberapa cepat perekonomian menggunakan apa pun yang tersisa. Spekulasi pada kenaikan suku bunga Agustus turun pada hari Senin setelah manufaktur dan konstruksi gagal bangkit kembali karena perkiraan pada bulan April setelah gangguan salju bulan sebelumnya.

Dengan inflasi melambat menjadi 2,5 persen rata-rata antara Februari dan April, sektor rumah tangga menikmati periode pertumbuhan upah riil terkuat selama lebih dari setahun, meskipun pembayaran termasuk bonus hanya menyamai tingkat CPI.

Pembayaran sektor swasta secara teratur melambat menjadi 2,9 persen dalam tiga bulan terakhir, dan angka untuk April saja turun tajam menjadi 2,5 persen, paling tidak dalam lima bulan.

April merupakan bulan yang signifikan untuk penyelesaian upah karena menandai dimulainya tahun keuangan baru bagi banyak perusahaan sektor swasta serta pemerintah, yang mempekerjakan lebih dari 5 juta pekerja dan menetapkan upah minimum sesuai undang-undang.

Di sektor publik, pemerintah meringankan tujuh tahun pembatasan upah. Namun, hanya sedikit pembayaran saja yang akan dimasukkan dalam data bulan April, yang menunjukkan pertumbuhan gaji tinggal 2,5 persen.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.