DJIA25886.01
LIVE306.62(1.20%)
NDX7604.11
LIVE119.22(1.59%)

Penjualan Ritel Inggris Naik pada April Seiring Cuaca yang Kembali Menghangat


Thursday, 24 May 2018 15:50 WIB

Ekonomi inggrisUK Retail Sales


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_retail-for-website2-600x395.png

Penjualan ritel Inggris rebound lebih dari yang diperkirakan pada bulan April karena cuaca musim semi memikat pembeli ke toko-toko.

Penjualan naik 1,6 persen dari Maret, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dari kenaikan 0,9 persen dalam survei Bloomberg. Lonjakan itu dipimpin oleh bahan bakar, barang-barang rumah tangga dan pakaian, menurut data dari Kantor Statistik Nasional di London.

Setelah cuaca musim dingin yang menekan penjualan pada awal tahun, Bank of England sedang mencari cara untuk memulihkan konsumsi terkait debat berikutnya untuk mecari waktu menaikkan suku bunga. Warga Inggris baru keluar dari tahun menyusutnya pendapatan riil setelah pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa menekan pound dan memicu inflasi.

Beberapa toko melaporkan bahwa cuaca telah membuat perbedaan pada bulan April untuk membawa orang kembali ke toko-toko, kata ONS. Riteler pakaian Next Plc mengatakan bulan ini bahwa penjualan melonjak di tengah cuaca hangat dan menaikkan perkiraan laba setahun penuh.

Meskipun adanya kenaikan pada bulan April, tren jangka lebih lemah. Selama tiga bulan, penjualan naik 0,1 persen dari periode sebelumnya, kata ONS. Penjualan gabungan pada bulan April dan Maret meningkat 1,3 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 2,9 persen setahun yang lalu.

"Selama jangka panjang, pertumbuhan penjualan ritel telah melambat, dengan peningkatan makanan, barang-barang rumah tangga dan ritel internet sebagian besar diimbangi oleh penurunan di semua jenis ritel lainnya," kata Rob Kent-Smith, kepala akun nasional di ONS .

Tren itu telah membebani Marks & Spencer Group Plc, jaringan ritel berusia 134 tahun yang merupakan tempat perbelanjaan distrik, yang menutup sepertiga toko-toko besar. Halfords Group Plc, pengecer suku cadang mobil dan sepeda, mengatakan minggu ini bahwa laba mungkin tidak akan tumbuh tahun ini.

Dari tahun lalu, penjualan ritel meningkat 1,4 persen di bulan April. Tidak termasuk bahan bakar, pertumbuhan tahunan berada di 1,5 persen.

BOE mengharapkan peningkatan pada pengeluaran rumah tangga, tetapi tidak cukup untuk mencegah pertumbuhan ekonomi dari perlambatan pada tahun 2018. Ekonom dan investor tetap melihat sekitar 50 persen kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini setelah kenaikan pertama dalam satu dekade yang terjadi terakhir di November.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.