DJIA25962.44
LIVE-173.35(-0.66%)
NDX7664.47
LIVE-54.85(-0.71%)

Konsumen Tertekan Oleh Inflasi, Penjualan Ritel Inggris Hampir Tidak Tumbuh


Friday, 16 February 2018 16:41 WIB

Ekonomi inggrisUK Retail Sales


c_740_198_16777215_00_images_assets_ECONOMY2_UK-Retail-sales-750x437.jpg

Penjualan ritel Inggris hampir tidak tumbuh di bulan Januari, lebih banyak bukti yang menunjukan bahwa konsumen enggan keluar di tengah tekanan dari kenaikan harga.

Penjualan meningkat 0,1 persen dari Desember, jauh di bawah perkiraan kenaikan 0,5 persen oleh para ekonom dalam survei Bloomberg. Dari tahun sebelumnya, penjualan naik 1,6 persen, yang terlemah untuk Januari dalam empat tahun, Kantor Statistik Nasional mengatakan pada hari Jumat.

Salah satu titik terang adalah penjualan peralatan olahraga, yang mencerminkan antusiasme Tahun Baru tradisional untuk latihan dan kenaikan di keanggotaan gym. Penjualan makanan turun 0,4 persen pada bulan tersebut.

Konsumen Inggris hanya bergerak perlahan untuk pulih dari masa penurunan pendapatan riil setelah pemungutan suara Brezit 2016 mendorong pound lebih rendah, memicu lonjakan inflasi. Sementara Bank of England melihat peningkatan pertumbuhan upah tahun ini, mereka juga mengatakan bahwa pihaknya perlu menaikkan suku bunga agar harga tetap terkendali.

ONS mengatakan bahwa gambaran jangka panjang untuk penjualan ritel "melanjutkan perlambatan." Secara tiga bulan, penjualan naik 1,5 persen dibandingkan dengan Januari 2017, turun dari level di atas 4 persen tahun lalu.

Prospek terbaru BOE tidak akan banyak membantu semangat retailer Inggris. Dikatakan bulan ini bahwa pertumbuhan konsumsi akan "tetap terkendali dalam waktu dekat."

Peritel perabot rumah tangga Laura Ashley mengatakan pada hari Kamis bahwa penjualan turun di paruh kedua tahun lalu dan margin tersebut ditekan oleh penurunan pound.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.