DJIA22296.09
LIVE-53.50(-0.24%)
NDX5867.35
LIVE-64.97(-1.10%)

Pengangguran Inggris di 42-Tahun Terendahnya, Gagal Memacu Kenaikan Upah


Wednesday, 13 September 2017 16:05 WIB

Ekonomi inggrisUK UnemploymentAverage Earnings Index


c_740_198_16777215_00_images_assets_unemployment551.jpg

Bagi tenaga kerja Inggris, tingkat pengangguran terendah dalam lebih dari empat dekade tidak cukup untuk mempertahankan standar kehidupan mereka.

 

Upah dasar tahunan naik 2,1 persen dalam tiga bulan sampai Juli, tidak berubah dari kuartal kedua dan di bawah perkiraan pasar, Kantor Statistik Nasional menunjukkan pada hari Rabu. Pembayaran turun 0,4 persen bila disesuaikan dengan inflasi, yang kini hanya berada di 3 persen.

Angka tersebut menggarisbawahi dilema yang dihadapi pembuat kebijakan Bank of England saat menaikkan suku bunga. Mereka yang berargumen untuk mempertahankan suku bunga acuan pada titik terendah catatan terhadap tekanan yang meningkat pada konsumen dari lonjakan harga yang didorong oleh sterling.

Tekanan itu datang dengan latar belakang rekam jejak tenaga kerja dan meningkatnya kekurangan keterampilan. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen, terendah sejak 1975 dan di bawah tingkat ekuilibrium BOE.

Gubernur Mark Carney mengatakan bahwa "unsur ketidakpastian Brexit" mencegah perusahaan-perusahaan dari pemberian kenaikan upah yang lebih besar. Penjelasan lain termasuk produktivitas yang buruk dan perusahaan menekan upah untuk mengimbangi kenaikan biaya impor.

Pemerasan tersebut telah mengurangi standar kehidupan, terutama bagi pekerja sektor publik, yang telah mengalami kenaikan 1 persen pada kenaikan gaji sebagai bagian dari penghematan ketat sejak 2010.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan pekan ini bahwa pemerintah akan melonggarkan kebijakan untuk petugas polisi dan petugas penjara namun Konggres Kongres Konggres Konggres Konggres Frances O'Grady menanggapi dengan menuntut "kenaikan gaji di seluruh dewan" untuk 5 juta pekerja sektor publik di Inggris.

Jumlah orang yang bekerja melonjak 181.000 menjadi 32,1 juta dalam tiga bulan terakhir, kenaikan terbesar sejak akhir 2015. Pengangguran turun 75.000 menjadi 1,46 juta, penurunan paling tajam dalam dua tahun. Ketidakaktifan juga menurun tajam.

Total gaji termasuk bonus naik 2,1 persen, sama seperti di kuartal kedua, dengan gaji pada bulan Juli saja tumbuh hanya 1,4 persen, kata ONS. Disesuaikan dengan inflasi, indeks tiga bulanan turun 0,4 persen.

Spekulasi pada Bank of England untuk meningkatkan suku bunga meningkat minggu ini setelah inflasi naik menjadi 2,9 persen pada Agustus, sesuai dengan laju tertinggi dalam empat tahun. Para pedagang sekarang memberikan peluan besar untuk peningkatan suku bunga pada akhir 2018, meskipun beberapa ekonom tetap tidak yakin.

Di Bloomberg Intelligence, Dan Hanson dan Jamie Murray memperkirakan ketidakpastian Brexit semakin membebani pertumbuhan dan pasar tenaga kerja, yang memimpin BOE untuk mempertahankan suku bunganya hingga 2019.

Ada beberapa tanda kelemahan pada angka terbaru, dengan kekosongan dalam perekonomian turun 7.000 di kuartal ini.(mrv)

 

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.