DJIA22296.09
LIVE-53.50(-0.24%)
NDX5867.35
LIVE-64.97(-1.10%)

Inflasi Inggris Dipercepat Lebih dari Prakiraan Untuk Meraih 2,9%


Tuesday, 12 September 2017 15:50 WIB

Ekonomi inggrisCPI U.K


c_740_198_16777215_00_images_assets_Ekonomi2_Inflation-rate-UK-consumer-price-index-food-retail-2017-economy-wage-841192.jpg

Inflasi di Inggris meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Agustus, didorong mendekati 3 persen lagi setelah kenaikan terbesar pada harga pakaian dalam hampir tiga dekade.

 

Lonjakan pada angka 2,9 persen dari 2,6 persen pada bulan Juli terjadi setelah penurunan terbaru dalam pound, yang telah meningkatkan biaya impor selama setahun terakhir. Inflasi inti juga meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan ekonom, yang mencapai paling banyak sejak 2011, menurut Kantor Statistik Nasional.

Angka tersebut dapat memberi tekanan baru pada pembuat kebijakan Bank of England, yang bergulat dengan pertumbuhan harga di atas target 2 persen mereka. Komite Kebijakan Moneter sembilan anggota telah berpisah dalam beberapa bulan terakhir, dengan dua anggota mendorong kenaikan suku bunga dari rekor rendahnya di 0,25 persen.

Lonjakan inflasi pada bulan Agustus dipimpin oleh pakaian dan alas kaki, yang melonjak 2,4 persen pada bulan ini dan 4,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kantor statistik mengatakan pelemahan sterling merupakan bagian yang dapat disalahkan, dengan mata uang turun 11 persen sejak Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa pada Juni 2016.

Gubernur BOE Mark Carney harus menulis surat kepada Kanselir Philip Hammond jika tingkat IHK menyimpang dari target bank sentral lebih dari satu persen, menjelaskan strateginya untuk mengendalikannya.

Data terpisah pada hari Selasa menunjukkan bahwa biaya input perusahaan naik 1,6 persen pada bulan Agustus, paling banyak tahun ini, sementara harga produksi naik 0,4 persen.

Penjumlahan harga tahun ini menempatkan tekanan pada konsumen, karena inflasi melampaui pendapatan, dan bertindak sebagai hambatan pada ekonomi.

Data Rabu besok diproyeksikan menunjukkan pertumbuhan upah mungkin akan dipercepat untuk bulan ketiga di bulan Juli, meski hanya di atas 2 persen, itu berarti tenaga kerja masih kalah dalam hal riil.

BOE mengumumkan keputusan kebijakan berikutnya pada hari Kamis. Mayoritas anggota MPC diperkirakan tidak memberikan suara untuk perubahan tingkat suku bunga acuan, dengan kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh fakta bahwa ekonomi berkembang hanya 0,3 persen pada kuartal kedua, membuat pertumbuhan menjadi paling lambat di antara kelompok-kelompok Tujuh Negara lainnya.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.