DJIA27783.59
LIVE92.10(0.33%)
NDX8259.81
LIVE-3.98(-0.05%)

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Lalu Ditengah Pesimisnya Permintaan


Friday, 4 October 2019 19:07 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_blok-cepu-punya-cadangan-minyak-mentah-729-juta-barel-kapan-habisnya-u6ZhGAl0h9.jpg

Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu karena serangkaian data ekonomi yang mengecewakan ditambahkan ke kekhawatiran resesi global akan datang.

Kontrak berjangka di New York naik tipis pada hari Jumat, tetapi turun 5,8% minggu ini. Ukuran utama dari aktivitas industri jasa Amerika turun ke level terendah dalam tiga tahun pada bulan lalu, sementara indeks ketenagakerjaan mencatat level terlemahnya dalam lebih dari lima tahun terakhir. Itu terjadi setelah angka penggajian AS jatuh jauh dari perkiraan pada awal pekan ini, ada tanda-tanda stagnasi dalam ekonomi kawasan euro dan ada peningkatan mengejutkan dalam stok minyak mentah Amerika.

Memburuknya ekonomi A.S. - dan semakin banyak tanda-tanda kelemahan di China dan Jerman - memperburuk apa yang merupakan prospek konsumsi bahan bakar yang sudah rapuh. Anggota OPEC Nigeria pada hari Kamis memperingatkan bahwa permintaan minyak akan "sangat menantang" tahun depan. Kekhawatiran ini dan kembalinya cepat produksi Arab Saudi telah mendapatkan keuntungan minyak setelah serangan pada 14 September di kerajaan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 25 sen, atau 0,5%, ke level $ 52,70 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:06 pagi di London.

Brent untuk Desember menguat 0,8% ke level $ 58,19 per barel di ICE Futures Europe Exchange, dan turun 6,1% untuk minggu ini. Ini diperdagangkan pada premi $ 5,57 ke WTI untuk bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.