DJIA29348.10
LIVE0(0.00%)
NDX9173.73
LIVE0(0.00%)

Minyak Mentah Naik Dari Posisi Terendah Ditengah China, Optimisme Kesepakatan Perdagangan Jepang


Thursday, 26 September 2019 07:49 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_08791ab0-dad0-11e3-9a27-00144feabdc0.jpg

Minyak mentah memulihkan beberapa kerugian di perdagangan Asia pada hari Kamis setelah Presiden Donald Trump terdengar nada yang lebih positif pada prospek untuk kesepakatan perdagangan dengan China.

Kontrak berjangka di New York naik 0,4%, setelah mengakhiri hari Rabu dengan penurunan 1,4% ke level terendahnya sejak sebelum terjadinya serangan pada 14 September lalu atas instalasi minyak Arab Saudi. Produsen minyak negara Aramco telah meningkatkan kapasitas total menjadi lebih dari 11 juta barel per hari, menurut orang-orang yang mengetahui situasinya, seminggu lebih awal dari perkiraan. Kerugian diperiksa setelah Trump mengatakan perang perdagangan dengan China dapat diselesaikan "lebih cepat dari yang Anda pikirkan," sementara juga menyetujui kesepakatan perdagangan terbatas dengan Jepang.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 21 sen ke level $ 56,70 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:28 pagi waktu Sydney. Minyak WTI November menutup hari Rabu 1,4% lebih rendah pada level $ 56,49 per barel.

Brent untuk bulan yang sama ditutup turun 1,1% ke level $ 62,39 di ICE Futures Europe Exchange. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.