DJIA29147.33
LIVE-38.94(-0.13%)
NDX9211.16
LIVE22.58(0.25%)

Minyak Pertahankan Kenaikannya Setelah Trump Mengirimkan Kapal Perang ke Timur Tengah


Tuesday, 7 May 2019 07:42 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_blok-cepu-punya-cadangan-minyak-mentah-729-juta-barel-kapan-habisnya-u6ZhGAl0h9.jpg

Minyak menahan kenaikannya di Asia setelah menguat pada Senin malam karena pemerintahan Trump mengirim kapal perang ke Timur Tengah sebagai peringatan kepada Iran.

Kontrak berjangka di New York turun 0,1 persen, setelah naik 0,5 persen pada hari Senin. Keuntungan itu menandai pembalikan tajam dari kerugian lebih dari dua persen di awal sesi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan meningkatkan perang dagangnya dengan China. AS mengirimkan kapal induk untuk membantu memastikan jalur pengiriman minyak tetap jelas setelah Iran mengancam akan memblokir Selat Hormuz sebagai pembalasan atas sanksi pengetatan Trump terhadap Republik Islam pekan lalu.

Ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian bagi prospek permintaan, dengan negosiator perdagangan utama Trump Robert Lighthizer mengatakan pada hari Senin bahwa AS berencana untuk menaikkan tarif barang-barang China pada hari Jumat setelah menuduh Beijing mundur dari komitmen sebelumnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juni turun 6 sen ke level $ 62,19 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:38 pagi waktu Sydney. Minyak WTI untuk bulan Juni menambahkan 31 sen ke level $ 62,25 per barel pada hari Senin

Brent untuk penyelesaian bulan Juli naik 39 sen ke level $ 71,24 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.