DJIA29156.84
LIVE-29.43(-0.10%)
NDX9204.72
LIVE16.14(0.18%)

Terhentinya Reli Minyak Berlanjut Karena Persediaan AS Mengalami Lonjakan


Thursday, 4 April 2019 13:11 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_OilWTI.gif

Reli minyak berhenti untuk hari kedua karena kekhawatiran kelebihan pasokan muncul kembali setelah persediaan minyak mentah AS mengalami lonjakan terbesarnya sejak Januari lalu.

Kontrak berjangka di New York naik tipis untuk hari kedua setelah melonjak 5,5 persen dalam tiga hari hingga Selasa. Stok minyak di Amerika meningkat 7,24 juta barel pekan lalu, menurut angka Administrasi Informasi Energi, melampaui estimasi analis dan industri. Optimisme AS dan China semakin dekat dengan perjanjian perdagangan yang cenderung mencegah penurunan lebih tajam.

Pengurangan pasokan yang dipimpin Arab Saudi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya telah memberikan dorongan terbesar untuk kenaikan 37 persen untuk harga minyak tahun ini. Dalam beberapa hari terakhir, anggota OPEC Iran dan Nigeria menyuarakan dukungan untuk memperpanjang pengurangan output setelah akhir Juni. Stabilisasi yang terlihat jelas dalam ekonomi Tiongkok dan penurunan perdagangan antara dua ekonomi terbesar meningkatkan prospek permintaan.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Mei turun 10 sen, atau 0,2 persen, ke level $ 62,36 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:24 siang di Singapura setelah jatuh sebanyak 15 sen sebelumnya. Kontrak ditutup turun 0,2 persen pada hari Rabu.

Brent untuk penyelesaian bulan Juni diperdagangkan 4 sen lebih rendah pada level $ 69,27 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London setelah naik sebanyak 17 sen sebelumnya. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 6,84 untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.