DJIA26770.20
LIVE-255.68(-0.95%)
NDX7868.49
LIVE-73.65(-0.93%)

Minyak Turun Terkait Kekhawatiran Pertumbuhan China Sementara Pasokan Libya Pulih


Tuesday, 5 March 2019 19:30 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_DRUMOIL.jpg

Minyak turun terkait dengan China yang menurunkan target untuk pertumbuhan ekonomi, menambah kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar di ekonomi terbesar kedua dunia, sementara anggota OPEC Libya memulai kembali ladang minyak terbesarnya.

Kontrak berjangka di New York turun 0,4 persen, memangkas kenaikan 1,4 persen pada hari Senin. China memangkas target untuk produk domestik bruto (PDB) pada 2019 menjadi kisaran 6 hingga 6,5 ​​persen, menurut laporan tahunan oleh perdana menteri negara tersebut. Ladang minyak Sharara di Libya melanjutkan pemompaan menyusul penutupan yang tidak direncanakan pada bulan Desember, mempersulit upaya oleh anggota lain dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mencegah surplus global.

Harga minyak telah rally sekitar 24 persen tahun ini karena OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, menahan produksi untuk mencegah kelebihan pasokan. Tetapi lonjakan telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang permintaan minyak, karena ekonomi global terlihat semakin rapuh dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di China diperburuk oleh perselisihan perdagangan yang berkepanjangan dengan AS.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April turun 25 sen ke level $ 56,34 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:52 pagi waktu London. Itu naik 79 sen pada hari Senin karena AS dan China dikatakan dekat penyelesaian perselisihan perdagangan mereka.

Brent untuk penyelesaian bulan Mei diperdagangkan turun 37 sen pada level $ 65,30 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Premium minyak mentah acuan global atas WTI untuk bulan yang sama menyempit menjadi $ 8,57 per barel. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.