DJIA27783.59
LIVE92.10(0.33%)
NDX8259.81
LIVE-3.98(-0.05%)

Minyak Bertahan Di Bawah $ 54 Karena Data Pabrik China Picu Kekhawatiran Pertumbuhan


Friday, 1 February 2019 19:09 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_OILOIL.jpg

Minyak bertahan di bawah $ 54 per barel di New York karena data manufaktur China yang lemah dan ketidakpastian yang terus-menerus atas pembicaraan perdagangan AS-China memicu kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan dapat mengganggu permintaan.

Kontrak berjangka untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) stabil setelah naik 18 persen pada bulan lalu. Indeks manajer pembelian pabrik China untuk bulan Januari turun ke level terendahnya dalam hampir tiga tahun terakhir, menunjukkan kerugian akibat perang dagang terhadap ekonomi terbesar di Asia. Gedung Putih mengatakan kemajuan telah dibuat dalam pembicaraan, meskipun tidak merinci komitmen baru dari kedua belah pihak.

Minyak terjebak di bawah $ 55 per barel bahkan ketika Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya memangkas produksi dalam upaya untuk meningkatkan harga yang merosot hampir 40 persen pada kuartal terakhir. Keuntungan selama sebulan terakhir telah dibatasi oleh ketidakpastian yang berlanjut tentang apakah AS dan China dapat mengurangi konflik perdagangan mereka.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Maret turun 3 sen ke level $ 53,76 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11.33 siang waktu London. Itu turun 44 sen menjadi $ 53,79 pada hari Kamis.

Brent untuk penyelesaian bulan April naik 1 sen menjadi $ 60,85 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, dan diperdagangkan pada $ 6,85 premium untuk minyak WTI pada bulan yang sama. Kontrak untuk bulan Maret yang berakhir hari Kamis setelah naik 24 sen menjadi $ 61,89. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.